tirto.id - Nama Fethullah Gulen disebut-sebut sebagai dalang aksi perebutan kekuasaan yang dilakukan militer Turki baru-baru ini.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meminta Gulen untuk segera pulang dan mempertanggungjawabkan tindakannya itu.
Gulen merupakan ulama Turki yang kini menetap di Saylorsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Gulen meninggalkan Turki dan mendapat suaka politik dari Amerika. Meski jauh dari Turki, Gulen memiliki pengikut setia yang dikenal sebagai Gulenist.
Mereka menjalankan gerakan Hizmet yang diajarkan Gulen. Ajaran ini lebih berorientasi pada nilai-nilai sosial dan pendidikan dengan membangun sekolah-sekolah dan rumah sakit.
Beberapa sukarelawan gerakan tersebut juga memiliki stasiun televisi, koran dengan sirkulasi terbesar, tambang emas, dan bank. Jaringan simpatisan Gulen beroperasi di lebih 100 negara, termasuk Indonesia.
Penulis: Maulida Sri Handayani
Editor: Maulida Sri Handayani