Menuju konten utama

Mario Gomez Tunggu Sikap Komdis Usai Ricuh Laga Arema FC vs Persib

Mario Gomez terkena lemparan dalam laga Arema vs Persib yang berakhir 2-2.

Mario Gomez Tunggu Sikap Komdis Usai Ricuh Laga Arema FC vs Persib
Pemain beserta official berfoto bersama saat launching tim Persib Bandung 2018 di Graha Persib, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (17/3/2018). ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

tirto.id - Mario Gomez Roberto Carlos, pelatih Persib, terkena lemparan dalam laga Maung Bandung kontra Arema di Stadion Kanjuruhan pada Minggu, 15 April 2018. Terkait lemparan tersebut, CEO PT Liga Indonesia Baru (LIB), Tigorshalom Boboy, menyebutkan, hal ini menjadi wilayah Komisi Disiplin (Komdis) PSSI.

Kericuhan terjadi di ujung pertandingan Arema vs Persib. Ketika laga belum berakhir, dalam kedudukan 2-2, penonton memasuki lapangan. Saat itulah Mario Gomez terluka di dahi bagian kanan, oleh lemparan oknum suporter.

Bagi Mario Gomez yang dalam kariernya pernah menjadi asisten pelatih sekelas Hector Cuper, ini pertama kalinya ia mengalami kejadian semacam ini di sepakbola. Meskipun demikian, Gomez enggan memperpanjang masalah, dan sudah memaafkan oknum pelempar.

"Saya sudah memaafkan mereka. Kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi dalam setiap momen. Mungkin ke depannya saya harus lebih memahami lagi.

"Sudah tidak apa-apa. Beruntung ini hanya luka kecil saja. Tapi, jujur ini yang pertama kali bagi saya selama berkarier di dunia sepakbola. Saya rasa, luka ini (disebabkan oleh kejadian) kemarin ada seseorang yang melempar batu dari atas," ucap Gomez dikutip laman resmi Persib.

Soal pertandingan Arema vs Persib, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sudah mengambil keputusan. Namun, bukan terkait pelemparan terhadap Mario Gomez. Melainkan, terkait terhentinya laga sebelum waktu normal berakhir.

Tigorshalom Boboy, CEO PT LIB menyatakan, laga Arema vs Persib dinyatakan sudah berakhir dalam kedudukan 2-2. Ini merujuk pada regulasi kompetisi pasal 12 ayat 1C dan 1D, yang menyebutkan, jika terjadi force majeure, termasuk kericuhan penonton maka status pertandingan akan diputuskan oleh LIB.

Putusan LIB tersebut harus melalui beberapa pertimbangan, berdasarkan keputusan wasit dan laporan pengawas pertandingan.

“Acuannya pada laporan pertandingan yang dikirimkan oleh pengawas pertandingan. Semua telah kami baca dan pelajari secara terperinci. Dari laporan tersebut, kami memutuskan pertandingan telah selesai,” jelas Tigor dikutip dari laman resmi Liga 1, liga-indonesia.id.

Mengenai insiden kepala Mario Gomez yang dilempar benda oleh oknum suporter, Tigor menyerahkannya kepada Komisi Disiplin PSSI. Jika insiden tersebut terbukti melanggar peraturan yang ada, maka Komdis PSSI yang berhak menetapkan hukuman.

Komisi Disiplin yang akan mempelajari kasus ini dan jika ada yang salah atau melanggar peraturan, maka Komdis yang akan menentukan hukumannya. Kami berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi,” cetus Tigor.

Baca juga artikel terkait LIGA 1 2018 atau tulisan lainnya dari Fitra Firdaus

tirto.id - Olahraga
Reporter: Fitra Firdaus
Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Fitra Firdaus