Manfaat Susu Kedelai, Alternatif Bagi Orang Intoleransi Laktosa

Oleh: Anggit Setiani Dayana - 26 Juni 2019
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu ragam susu nabati yang kerap dikonsumsi adalah susu kedelai.
tirto.id - Ragam susu nabati mulai bermunculan sebagai alternatif produk susu hewan yang mainstream seperti susu sapi dan kambing. Salah satu ragam susu nabati yang kerap dikonsumsi adalah susu kedelai.

Susu-susu ini banyak diincar oleh para vegan, orang yang sedang diet
non-dairy, dan orang dengan intoleransi laktosa.

Susu kedelai adalah minuman vegetarian berbahan dasar kedelai. Biasanya, susu kedelai dipakai sebagai alternatif susu sapi.

Susu kedelai memiliki tekstur creamy. Susu jenis ini kaya nutrisi, seperti asam lemak omega 3 dan flavonoid yang berfungsi sebagai anti-oksidan dan anti inflamasi, serta melindungi kinerja jantung, seperti kata Julieanna Hever dilansir Everyday Health.

Barbara Schmidt, spesialis nutrisi dari Norwalk Hospital, Connecticut menyebut bahwa bagi orang-orang yang intoleran terhadap laktosa atau memiliki masalah lambung, meminum susu berbahan dasar tumbuhan seperti susu kedelai sangat dianjurkan.

Segelas kecil susu kedelai murni, yang belum ditambah pemanis memiliki nutrisi sebesar 80 kalori, dengan 4g lemak, lemak jenuh 0,5g, 3g karbohidrat, 1g gula, dan 7g protein.

Selain kaya protein, susu kedelai juga tinggi serat membuatnyaa menjadi menu diet yang dapat diandalkan.

Jika hendak membeli susu kedelai di supermarket, komposisi dan nutrisi di dalamnya dapat bervariasi. Biasanya, beberapa merk menambahkan vitamin A atau protein, tergantung kebutuhan masing-masing.

Sebagaimana dilansir Healtline, susu kedelai juga memiliki beberapa kandungan lain seperti vitamin A, vitamin B12, potassium, isoflavon, dan kalsium serta vitamin D.

Susu kedelai mengandung protein yang hampir sama dengan susu sapi namun dengan kadar kalori lebih sedikit (susu kedelai yang diberi tambahan gula mengandung kalori lebih banyak). Susu ini juga mengandung sedikit lemak jenuh.

Isoflavon yang banyak terdapat dalam susu kedelai dan produk kedelai lainnya bermanfaat sebagai anti-oksidan. Konsumsi isoflavon teratur terbukti dapat mengurangi resiko pertumbuhan sel kanker pada orang dewasa.

Penelitian yang dilakukan oleh Oregon University mengenai konsumsi isoflavon juga menemukan bahwa zat ini dapat membantu masalah defisit mineral tulang pada wanita yang telah menopause.

Selain isoflavon, susu kedelai kaya akan kalsium yang baik untuk tulang, baik itu anak-anak dalam masa pertumbuhan maupun lansia. Protein juga dikenal dapat membantu tubuh memperbaharui sel-sel.

Zat besi di dalamnya membantu oembentukan sel darah merah. Selain itu, riboflavin dan vitamin B12 menjaga keutuhan DNA dari kerusakan dan menjaga sistem imun. Secangkir susu kedelai m3ngandung vitamin B12 sebesar 3 mikrogram (kebutuhan tubuh orang dewasa 2,4 mikrogram/hari) dan mengandung riboflavin seb3sar 0,5 mikrogram, m3menuhi 50% asupan harian riboflavin.

Meskipun kaya akan manfaat, susu kedelai juga memiliki beberapa kelemahan. Dilansir Livestrong, kedelai rentan menimbulkan alergi baik anak-anak maupun orang dewasa. Lebih lanjut, bagi pasien atau penyintas kanker payudara diharapkan berhati-hati terhadap susu kedelai dan produk kedelai lainnya.

Hal ini karena kedelai mengandung isoflavon, senyawa yang memiliki struktur yang hampir sama dengan estrogen, yang mana kanker payudara acapkali sensitif terhadap estrogen.

Penambahan gula yang berlebihan dalam susu kedelai juga akan mengurangi efektivitas nutrisi di dalamnya. Jadi, susu kedelai akan lebih baik dikonsumsi tanpa tambaahan perasa atau pemanis. Penyajiannya dapat diminum langsung atau dimakan bersama sereal di pagi hari.


Baca juga artikel terkait SUSU KEDELAI atau tulisan menarik lainnya Anggit Setiani Dayana
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Anggit Setiani Dayana
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight