Manfaat Buah Duwet untuk Kesehatan: Cegah Penyakit Kanker & Jantung

Oleh: Febriansyah - 7 April 2020
Dibaca Normal 1 menit
Dengan mengonsumsi buah duwet, glukosa dalam darah akan menurun. Penelitian mengemukakan bahwa ekstrak buah dan biji duwet terbukti efektif dalam pengaturan glukosa darah dan mengendalikan parameter insulin.
tirto.id - Buah duwet atau buah jamblang adalah buah yang sering ditemukan di beberapa daerah di Indonesia.

Buah yang berwarna ungu tua dan berbentuk bulat lonjong mirip berry ini sering kali dijadikan pelengkap dalam salad buah yang dijual di pinggir-pinggir jalan.

Buah dengan nama latin Syzygium cumini ini ternyata telah menjadi tanaman obat di seluruh dunia. Dalam beberapa penelitian dibuktikan bahwa buah duwet sangat bermanfaat sebagai anti diabetes, pengobatan penyakit jantung dan kanker.

Dalam penelitian di US National Library of Medicine, dijelaskan bahwa buah duwet dipercaya sebagai obat herbal karena kandungannya yang meliputi raffinose, glukosa, fruktosa, asam sitrat, anthocyanin, gentiobioside, flavonaid, fenol dan lain sebagainya.

Buah duwet juga mengandung anthocyanin yang berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh yang mencegah penyakit penyumbatan pembuluh darah.

Serbuk kulit buah ini juga dapat digunakan sebagai pewarna untuk makanan dan obat-obatan.

Buah ini ditemukan di beberapa tempat seperti Asia dan Amerika Selatan. Buah ini banyak ditemukan di India dan Brazil.

Di beberapa daerah di India buah duwet dicairkan dan diminum untuk menangkal racun gigitan kelabang dan masalah lambung. Selain itu, juga bisa dioleskan ke luka dan bisul. Di Brazil, buah ini diminum untuk keperluan pengobatan dan pencegahan diabetes.

Manfaat buah duwet


1. Mengobati Diabetes

Penggunaan buah duwet dalam menangani diabetes sebenarnya telah dipelajari oleh pengobatan barat sejak lebih dari 130 tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai studi praklinis telah mengevaluasi ekstrak beberapa bagian, terutama buah dan biji, dari spesies tanaman ini untuk aktivitas anti-hiperglikemik

Dengan mengonsumsi buah duwet, glukosa dalam darah akan menurun. Penelitian yang diterbitkan Asian Pacific Journal of Tropical Biomedicine ini mengemukakan bahwa ekstrak buah dan biji duwet terbukti efektif dalam pengaturan glukosa darah dan mengendalikan parameter insulin.

Penelitian ini menguji tikus hiperglikemia atau tikus yang memiliki rasio gula darah tinggi. Tikus itu mengonsumsi duwet selama dua minggu dan hasilnya buah duwet berhasil mengurangi kadar gula tikus yang berpotensi diabetes itu.

Hal ini dapat disimpulkan bahwa duwet adalah sumber potensial komponen bioaktif yang terjadi secara alami, sehingga mengatur kadar glukosa darah dan dapat digunakan sebagai terapi penyembuhan pada diabetes.

2. Mengurangi Tekanan darah dan Penyakit Jantung

Dalam studi di Evidance-Based Complementary Alternative Medicine yang menganalisis tikus hipertensi spontan (SHR) yang diberikan buah duwet menemukan bahwa duwet mengurangi tekanan darah dan denyut jantung tikus SHR itu.

Efek itu dapat dikaitkan dengan adanya flavonoid yang terdeteksi dalam duwet. Tanaman yang mengandung flavonoid akan memberikan efek antihipertensi melalui kombinasi aktivitas vasodilator dan antioksidan.

Selain itu, duwet juga mengandung antikoagulan yang berfungsi mencegah pembekuan darah dalam tubuh. Ini akan tetap menjaga darah tetap berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu duwet baik untuk hipertensi dan kardiovasular

3. Mencegah Kanker

Buah duwet juga mengandung fenol atau polifenol. Senyawa polifenol secara teratur dianggap dapat meningkatkan pencernaan dan kesehatan otak, serta mencegah kanker tertentu.

Penelitian 2016 yang dipublikasikan Current Opinion in Food Science menunjukkan polifenol memiliki efek antioksidan dan antiinflamasi yang kuat, yang keduanya dapat bermanfaat untuk pencegahan kanker.

Penelitian ini menjelaskan bahwa polifenol dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan berbagai sel kanker seperti kanker payudara dan prostat.




Baca juga artikel terkait BUAH DUWET atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Febriansyah
Penulis: Febriansyah
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight