Menuju konten utama

Luhut Janji Bantu Bangun LRT di Malang & Kereta Gantung di Batu

Didasari pengalaman pembangunan LRT di Jakarta, Luhut meyakini pembangunan LRT di Kota Malang bisa berjalan dengan baik.

Luhut Janji Bantu Bangun LRT di Malang & Kereta Gantung di Batu
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan melambaikan tangan ke arah Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri usai menghadiri peluncuran Aksi Pencegahan Korupsi Stranas PK 2021-2022 di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (13/4/2021). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/hp.

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pemerintah pusat berencana untuk membangun transportasi massal yaitu LRT di Kota Malang, Jawa Timur. Didasari pengalaman pembangunan LRT di Jakarta, Luhut meyakini pembangunan LRT di Kota Malang bisa berjalan dengan baik.

“Kami akan bantu fasilitasi untuk pembangunan LRT karena kami sudah ada pengalaman buat LRT di Jakarta, jadi kami sudah tahu titik-titiknya sehingga ndak perlu impor dari luar,” jelas Luhut dalam keterangan resmi, Selasa (27/4/2021).

Penjelasan tersebut merupakan bahasan lanjutan saat Luhut melakukan kunjungan kerja ke kantor wali kota Batu untuk mendorong percepatan pembangunan kereta gantung di Kota Batu, Jawa Timur.

Tak hanya kereta gantung, Luhut menyebut LRT akan dibutuhkan di Kota Malang, dari pengalaman pemerintah untuk membangun LRT di Jakarta, Indonesia sudah mampu untuk membangun LRT sendiri.

“Saya pikir dengan pengalaman LRT di Jakarta kita sudah bisa buat dari Madiun, jadi sudah cukup. Itu anak-anak bangsa yang buat kereta apinya dan semuanya. Nah saya mohon Malang, karena banyak universitas-universitas bisa dilibatkan dalam konteks ini,” ungkap Luhut.

Di Jakarta sendiri terdapat dua proyek pembangunan LRT yaitu LRT Jakarta yang merupayakan proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan LRT Jabodebek yang merupakan proyek pemerintah pusat yang melibatkan peran BUMN PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan PT Adhi Karya.

LRT Jakarta sendiri dibangun oleh PT Jakarta Propertindo (Jakpro) dengan total biaya mencapai Rp6,8 triliun. LRT Jakarta merupakan proyek Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang dimulai sejak 2016 lalu oleh Jakpro. Pada fase pertama, proyek ini telah beroperasi dan menyambungkan area Kelapa Gading dengan Velodrome sepanjang 5,8 km.

LRT Jakarta terus menggenjot pembangunan LRT fase 2 yang meliputi fase 2A dari Stasiun Penganggsaan - Jakarta International Stadium dan fase 2B dari stasiun Velodrome ke Manggarai dengan total 19 km dan diproyeksikan dapat beroperasi di 2022. Adapun untuk Fase II dananya sekitar Rp 7 triliun.

Sementara itu, progres LRT Jabodebek saat ini telah mencapai 83,5 persen dan ditargetkan beroperasi pada pertengahan 2022.

Dari progres pembangunan yang mencapai 83,5% tersebut meliputi rel lintas 1 Cawang-Cibubur mencapai 93,7%, kemudian lintas 2 Cawang-Kuningan Dukuh Atas 82,7 persen, lintas 3 Cawang-Bekasi Timur 90,3%. Kemudian ada pula perkembangan terkini mengenai penyelesaian dari pembebasan lahan yang sudah mencapai 100% untuk pembangunan Depo di Bekasi Timur.

Sehingga pembangunan depo pun sudah bisa melanjutkan pembangunan yang sampai saat ini baru mencapai 38,8%. Setelah menyelesaikan persoalan lahan, pembangunan fisik LRT Jabodebek diprediksi selesai secara keseluruhan pada September 2021.

Baca juga artikel terkait PROYEK LRT atau tulisan lainnya dari Selfie Miftahul Jannah

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Selfie Miftahul Jannah
Editor: Bayu Septianto