Menuju konten utama

KPU: Hitung Cepat Bukan Hasil Akhir

Hasil akhir dari penghitungan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua secara resmi dikeluarkan KPU. Namun, hasil hitung cepat bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

KPU: Hitung Cepat Bukan Hasil Akhir
Arief Budiman. ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/pd/16

tirto.id - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menegaskan bahwa hasil hitung cepat yang dilakukan oleh sejumlah lembaga survei bukan hasil akhir, tapi bisa dijadikan referensi.

"Quick countdan survei itu kegiatan legal, ilmiah, terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Publik bisa menggunakan sebagai referensi," ujar dia dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/4/2017), seperti diberitakan Antara.

Melalui survei dan hitung cepat, kata dia, publik dapat memahami seluruh kegiatan pilkada serentak dengan lebih cepat. Namun, Arief menegaskan kembali hasil hitung cepat atau survei bukan merupakan hasil akhir dan resmi.

"Hasil akhir ditetapkan oleh KPU DKI Jakarta," tutur dia terkait Pilkada DKI putaran kedua.

Ketika ditanya mengenai potensi sengketa Pilkada 2017, KPU mengaku telah menyiapkan diri untuk mempertanggungkan hal yang menjadi pekerjaannya.

Dalam sejumlah hasil hitung cepat Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017 putaran kedua, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur, Anies Baswedan-Sandiaga Uno untuk sementara mengungguli pesaingnya, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat.

Pada pukul 14.55 WIB, hasil hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia dengan data masuk mencapai 62,29 persen, pasangan Anies-Sandi memperoleh suara 55,07 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot mendapatkan 44,93 persen suara.

Pada hasil hitung cepat Indikator Politik dengan data masuk mencapai 60,75 persen, pasangan pasangan Anies-Sandi mendapat suara 58,93 persen, sedangkan pasangan Basuki-Djarot memperoleh 41,07 persen suara.

Sedangkan berdasarkan hitung cepat PolMark Indonesia dengan data masuk 59,50 persen, pasangan Anies-Sandi memperoleh 56,63 persen suara dan pasangan Basuki-Djarot mendapat suara 43,37 persen.

Begitu pula dengan hasil hitung cepat yang dilakukan Saiful Mujani Research Center dengan data masuk 68,18 persen, pasangan Anies-Sandi mendapatkan suara 58,8 persen dan Basuki-Djarot memperoleh 41,2 persen suara.

Untuk diketahui, Komisi Pemilihan Umum DKI Jakarta telah menetapkan dua pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta yang lolos ke putaran kedua Pilkada DKI Jakarta 2017, yaitu Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat dan Anies Baswedan-Sandiaga Uno.

Baca juga artikel terkait QUICK COUNT PILKADA DKI JAKARTA 2017 atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Politik
Reporter: Dipna Videlia Putsanra
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra