Kondisi Gunung Merapi Terkini Menurut BPPTKG Usai Erupsi 21 Juni

Oleh: Nur Hidayah Perwitasari - 1 Juli 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hingga saat ini Gunung Merapi masih dalam status waspada yang ditetapkan sejak 21 Mei 2018.
tirto.id - Gunung Merapi yang terletak diperbatasan Yogyakarta dan Magelang, Jawa Tengah mengalami 2 kali erupsi, Minggu (21/6/2020) lalu.

Agus Budi Santoso Kepala Seksi Gunung Merapi mengatakan akibat erupsi tersebut dinding kawah sisa erupsi pada 1997 terkikis 19 ribu meter kubik, namun secara umum morfologi dari puncak tidak mengalami perubahan.

"Ada perubahan deformasi arah barat laut 3 sentimeter tapi belum ada dampak morfologi di puncak," ujar Agus dalam seminar webinar mitigasi bencana geologi 'Kabar Merapi Terkini'.

Agus menambahkan perubahan deformasi Gunung Merapi di arah barat laut 3 sentimeter ini menjadi indikasi bahwa ada tekanan magma dari dalam gunung dan dominasi ke arah barat laut atau arah Magelang, Jawa Tengah.

"Dari indikasi letusan kemarin ada beberapa sumber letusan dan yang terakhir terjadi memang ke arah barat laut, ini membuktikan wilayah barat laut lebih meningkat acaman bahaya di waktu-waktu yang akan datang tapi belum nyata karena belum muncul dipermukaan jadi kami masih menunggu data pemantauan," kata Agus.

Meskipun demikian, Hanik Humaida, Kepala BPPTKG yang juga menjadi narasumber dalam webinar tersebut tetap mengimbau masyarakat yang berada di Sleman, Yogyakarta untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sebab dengan kondisi Merapi saat ini potensi bahaya lebih besar tetap berada di Sleman, tetapnya di Kali Gendol.

"Bukaan lava masih ke gendol, potensi bahaya yang besar masih ke kali gendol," ujar Hanik.

Hingga saat ini Gunung Merapi masih dalam status waspada yang ditetapkan sejak 21 Mei 2018 atau dua tahun lalu. Sedangkan lerusan Gunung Merapi yang saat ini terjadi adalah tipe eksplosif.

Berikut laporan aktivitas Gunung Merapi terbaru dengan periode pengamatan Rabu, (1/7/2020) pukul 06:00-12:00 WIB.

Pengamatan Meteorologi

Cuaca cerah dan berawan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 21-26.4 derajat celsius, kelembaban udara 61-73 persen, dan tekanan udara 627.07-689.25 mmHg.

Pengamatan Visual

● Gunung jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.

Pengamatan Kegempaan

■ Guguran
(Jumlah : 1, Amplitudo : 5 mm, Durasi : 15.64 detik)
■ Hybrid/Fase Banyak
(Jumlah : 7, Amplitudo : 2-30 mm, S-P : 0.31-0.41 detik, Durasi : 6.04-10.4 detik)
■ Tektonik Lokal
(Jumlah : 2, Amplitudo : 2-15 mm, S-P : 1.21-1.41 detik, Durasi : 26.16-38.08 detik)

Rekomendasi BPPTKG

1. Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhan material vulkanik dari letusan eksplosif.

2. Area dalam radius 3 km dari puncak G. Merapi agar tidak ada aktivitas manusia.

3. Masyarakat agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik dari kejadian awanpanas maupun letusan eksplosif.

4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di sekitar puncak G. Merapi.

5. Informasi aktivitas G. Merapi dapat diakses melalui radio komunikasi pada frekuensi 165.075 Mhz, melalui telepon (0274) 514180/514192, website www.merapi.bgl.esdm.go.id, dan media sosial BPPTKG (facebook: infobpptkg, twiter: @bpptkg).


Baca juga artikel terkait STATUS GUNUNG MERAPI atau tulisan menarik lainnya Nur Hidayah Perwitasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Nur Hidayah Perwitasari
Editor: Agung DH
DarkLight