Kiat Menentukan Program Studi Pilihan agar Lolos SBMPTN 2018

Oleh: Yuliana Ratnasari - 9 April 2018
Dibaca Normal 1 menit
Salah satu yang perlu diperhatikan agar lolos SBMPTN, peserta bisa memilih program studi di dekat domisili.
tirto.id - SBMPTN atau Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2018 telah memulai proses pendaftaran sejak 5 April sampai dengan 27 April. Pendaftaran dilakukan secara online melalui laman https://pendaftaran.sbmptn.ac.id.

Panitia lokal 17 Padang, Sumatera Barat mengimbau agar peserta SBMPTN 2018 untuk jeli dalam memilih program studi (prodi) guna mencegah kegagalan.

"Banyak peserta yang gagal dalam SBMPTN karena salah dalam pemilihan prodi," kata Ketua Panitia Lokal 17 SBMPTN 2018 Prof Dachriyanus di Padang, Senin (9/4/2018).

Kejelian ini, Dachriyanus menjelaskan, sudah harus dilakukan semenjak pendaftaran yang saat ini sedang dibuka secara serentak dalam jaringan.

Salah satu yang perlu diperhatikan, menurutnya, adalah kewajiban memilih program studi di dekat domisili.

Artinya, bila akan ujian di Padang, peserta wajib memilih satu prodi di antara tiga kampus negeri yang ada: Universitas Negeri Padang, Universitas Andalas, atau Institut Seni Indonesia Padang Panjang.

Baik itu untuk kelompok sains, sosial humaniora dan campuran, mencantumkan pilihan untuk ketiga kampus tersebut perlu dilakukan peserta.

"Hal lain yang perlu diperhatikan yakni memilih prodi sesuai rekam jejak prestasi dan bukan minat semata," lanjut dia.

Misalnya siswa yang dinilai baik dalam IPA dapat langsung memilih prodi jurusan Sains seperti MIPA atau Kedokteran.

Meskipun demikian, mereka perlu juga mengukur kemampuan dengan nilai passing grade dari prodi tersebut.

Seperti di Universitas Andalas, prodi Pendidikan Dokter, Farmasi atau Teknik Elektro memiliki passing grade dan angka keketatan yang tinggi.

"Jangan sampai kesalahan ini dapat berakibat fatal dan gagal lulus," tambahnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan bila memilih prodi dari luar domisili pada kampus favorit misalnya ITB, IPB atau UI.

Dalam hal ini peserta juga harus jeli mencantumkan urutan pilihan prodi sesuai passing grade. Misalnya prodi Pendidikan Dokter di UI tidak mungkin diletakkan pada pilihan kedua, seandainya pilihan pertama Teknik Informatika ITB.

"Pemilihan prodi ini menjadi kunci sukses masuk atau tidaknya peserta, selain tentunya belajar dan dapat melaksanakan tes dengan baik," jelasnya.

Ujian tulis SBMPTN dilaksanakan pada 8 Mei 2018 yang diikuti oleh ujian keterampilan 9 hingga 11 Mei. Sementara, pengumuman akan diinformasikan pada 3 Juli 2018 mulai pukul 17.00 WIB.

Selain menyediakan model ujian tulis berbasis cetak (UTBC), panitia SBMPTN 2018 juga membuka bentuk ujian tulis berbasis komputer (UTBK). Pendaftaran untuk ujian dengan komputer baru dimulai 18 April sampai 27 April.

Bagi peserta yang ingin melangsungkan SBMPTN 2018 dengan UTBK, ada dua metode yang tersedia. Peserta dapat memilih UTBK menggunakan desktop (PC) yang disediakan panitia.

Selain itu, perangkat bergerak seperti handphone atau tablet berbasis Android yang dibawa sendiri oleh peserta dapat juga dipakai untuk UTBK SBMPTN 2018.

Aturan Memilih Progam Studi Saat Daftar SBMPTN 2018

Seperti dikutip dari laman SBMPTN, urutan dalam pemilihan program studi menyatakan prioritas pilihan. Peserta ujian yang hanya memilih satu program studi dapat memilihnya di PTN mana pun.

Sementara itu, jika peserta ujian yang memilih dua sampai tiga program studi, salah satu pilihannya harus di PTN yang berada dalam satu wilayah pendaftaran dengan tempat peserta mengikuti ujian. Pilihan program studi yang lain dapat di PTN di luar wilayah pendaftaran.

Bagi peserta yang ingin mencari tahu program studi dan kuota yang tersedia di PTN seluruh Indonesia, Tirto menyedia informasi lewat kolom di bawah ini.

Sementara untuk membantu mempermudah menentukan prioritas prodi dan PTN yang akan dituju, Tirto juga memberikan bantuan informasi untuk peserta SBMPTN 2018 lewat pencarian berikut ini.


Baca juga artikel terkait SBMPTN 2018 atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari