Menuju konten utama

Kepolisian Selidiki Kebakaran Universitas Satya Wiyata Mandala

Api menghanguskan ruangan perpustakaan, satu ruangan kuliah, dan satu ruangan praktik mengajar dalam lingkup terbatas di Universitas Satya Wiyata Mandala.

Kepolisian Selidiki Kebakaran Universitas Satya Wiyata Mandala
Ilustrasi kebakaran. Istockphoto/Getty Images

tirto.id - Polres Nabire menyelidi penyebab kebakaran di Universitas Satya Wiyata Mandala yang terjadi pada Minggu (16/7/2023) pukul 15.15 WIT.

Lalap api menghanguskan satu ruangan perpustakaan, satu ruangan kuliah, dan satu ruangan praktik mengajar dalam lingkup terbatas (micro teaching).

Menurut saksi Hans Frits Limborang dan Suryadi--keduanya adalah dosen--, kebakaran pertama kali terlihat saat mereka bekerja di ruangan rektorat.

"Kedua saksi melihat asap berasal dari ruangan micro teaching dan segera berlari menuju sumber asap tersebut. Setelah memeriksa situasi, mereka langsung melaporkan kejadian tersebut kepada rektor melalui telepon,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady, Senin (17/7/2023).

Pukul 15.20 WIT, Polres Nabire menerima informasi dari rektor tentang kebakaran tersebut. Kemudian, Pemadam Kebakaran Polres Nabire segera menuju lokasi. Lima menit berikutnya tim tiba di universitas dan mulai berupaya memadamkan api.

Menurut Ignatius, si jago merah berhasil dipadamkan sekitar pukul 16.00 WIT.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Tidak terdapat korban jiwa atau luka-luka. Sat Reskrim Polres Nabire akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” ujar Benny.

Kebakaran di Universitas Satya Widya Mandala pernah terjadi juga pada 16 Januari 2023 pukul 23.13 WIT. Api diduga bersumber dari ruangan fotokopi kampus. Akibat kebakaran, satu ruang kantor Fakultas Ilmus Sosial dan Ilmu Politik serta 12 ruang belajar hangus.

Bangunan yang merupakan semi permanen ini membuat api cepat menjalar. Saat itu, api berhasil dipadamkan sekira pukul 01.30 WIT.

Baca juga artikel terkait KASUS KEBAKARAN atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Gilang Ramadhan