tirto.id - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah, melaporkan sebanyak 13 WNI terkonfirmasi menjadi korban terdampak insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Sabah, Malaysia.
Kemlu hingga kini terus memantau secara intensif perkembangan penanganan insiden kebakaran tersebut.
"Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu dan Direktorat Perlindungan WNI terus memonitor perkembangan penanganan insiden kebakaran di wilayah Sandakan, Malaysia," kata Heni, dalam keterangan pers, Selasa (21/4/2026).
Heni Hamidah menjelaskan pendataan ini merupakan hasil kerja KJRI Kota Kinabalu yang bergerak ke lapangan dan berkoordinasi langsung dengan otoritas setempat serta melibatkan tokoh masyarakat di lokasi kejadian.
"Dari hasil peninjauan lapangan dan pendataan awal yang dilakukan KJRI Kota Kinabalu, teridentifikasi sebanyak 13 orang WNI yang terdampak dalam insiden kebakaran di Sandakan," ucap Heni Hamidah.
Heni menjamin seluruh WNI tersebut saat ini dalam kondisi selamat. Dirinya menyebutkan para WNI yang terdampak telah dievakuasi ke tempat yang lebih aman dan bergabung dengan korban lainnya di fasilitas pengungsian yang telah disediakan pemerintah setempat.
"Para WNI dilaporkan dalam kondisi selamat. Saat ini, mereka berada di enam titik penampungan sementara (PPS) yang tersebar di wilayah Batu Sapi, Sandakan," lanjutnya.
Heni menegaskan Kementerian Luar Negeri melalui KJRI Kota Kinabalu akan terus mengawal kasus ini. Koordinasi dengan otoritas Malaysia terus diperkuat untuk memastikan validitas data serta menjamin seluruh langkah perlindungan yang diperlukan bagi para WNI dapat terpenuhi dengan baik.
Pihak Kemlu juga akan terus memantau kebutuhan logistik dan dokumen para WNI yang mungkin hilang atau rusak akibat kebakaran tersebut guna memberikan bantuan hukum dan administratif yang diperlukan.
"KJRI Kota Kinabalu akan terus berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk melakukan pendataan lebih lanjut serta memastikan langkah perlindungan yang diperlukan bagi WNI terdampak," ujarnya.
Sebelumnya, Heni menyampaikan lokasi kebakaran di Sandakan tersebut banyak dihuni mayoritas penghuni di kawasan Batu Sapi merupakan warga negara Malaysia, Filipina, dan WNI yang mayoritas menikah dengan warga setempat. Tercatat, sebanyak seribu unit rumah hangus terbakar dari total 1.200 unit yang ada di kawasan tersebut.
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































