Kemendikbud: Sekolah dan Orang Tua Harus Jalin Interaksi

Oleh: Ign. L. Adhi Bhaskara - 26 Mei 2016
Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sukiman mendorong interaksi yang lebih intensif antar sekolah dengan orang tua murid, sehingga anak dapat memperoleh pendidikan yang utuh.
tirto.id - Kementerian Pendidikan mendorong sekolah dan orang tua untuk meningkatkan interaksi di antara mereka sehingga anak dapat memperoleh pendidikan yang utuh dan seimbang.

Selama ini sebagian besar sekolah dinilai masih sangat minim dalam menjalin interaksi dengan orang tua murid, demikian kata Direktur Pembinaan Pendidikan Keluarga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) Sukiman.

"Misalnya anak terpilih sebagai ketua kelas, seharusnya guru mengirimkan pesan singkat atau SMS pada orang tua yang berisi ucapan selamat pada orang tua tersebut," ujar Sukiman dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (26/5/2016).

Kenyataannya, selama ini sekolah hanya berinteraksi dengan para orang tua ketika kenaikan kelas atau pembagian rapor. Selain itu, nyaris sama sekali tidak terjadi interaksi.

Begitu juga ketika anak mendapatkan nilai bagus di sekolah, guru juga hendaknya mengabari orang tua anak tersebut mengenai pencapaian si murid, kata Sukiman.

"Misalnya ucapan selamat, anak ibu terpilih secara aklamasi sebagai ketua kelas ataupun selamat anak ibu mendapatkan nilai 100," paparnya.

Menurut dia, perlu ada perubahan terhadap hal itu. Sekolah harus membangun interaksi dengan para orang tua, begitu juga dengan orang tua perlu jangan hanya melepas begitu saja pada sekolah.

Sukiman menjelaskan tidak semua orangtua terlibat langsung dalam pendidikan anak-anak mereka di sekolah. Saat ini hampir semua urusan sekolah diselesaikan pihak ibu.

Idealnya sebagai keluarga, katanya, baik ibu dan ayah harus berbagi peran. Kedua orangtua juga harus lebih aktif dalam mencari tahu tentang sekolah anaknya, bukan sekadar hasil rapor. "Orang tua jangan sekadar mengantar anak ke sekolah, tetapi perlu ada diskusi dengan guru," papar dia.

Sementara itu, penasehat senior ACDP Indonesia, Totok Amin Soefijanto, mengatakan salah satu nilai kehidupan yang diajarkan di keluarga adalah integritas dan kejujuran.

"Seharusnya, penanaman nilai-nilai kejujuran sudah selesai di ranah keluarga sebelum seorang anak masuk sekolah. Kenyataannya tidaklah demikian," ujar Totok.

Untuk itu, lanjut Totok, perlu adanya interaksi yang baik antara guru dan orang tua.

Baca juga artikel terkait SEKOLAH atau tulisan menarik lainnya Ign. L. Adhi Bhaskara
(tirto.id - Pendidikan)

Sumber: Antara
Penulis: Ign. L. Adhi Bhaskara
Editor: Ign. L. Adhi Bhaskara
DarkLight