Kebakaran Pasar Gedebage Bandung Timbulkan Kerugian Rp5,5 Miliar

Oleh: Yuliana Ratnasari - 16 Juli 2018
Dibaca Normal 1 menit
Jumlah kerugian sementara akibat kebakaran Pasar Induk Gedebage Bandung ini tercatat mencapai Rp5,5 miliar.
tirto.id - Kebakaran melanda Pasar Induk Gedebage di Kota Bandung pada Minggu (15/7/2018) dini hari. Peristiwa ini mengakibatkan sekitar 150 kios hangus dilalap api. Dugaan sementara, api berasal dari hubungan arus pendek listrik di salah satu kios.

Pemerintah kota melalui Perusahaan Daerah (PD) Pasar Bandung Bermartabat hingga saat ini masih mendata total keseluruhan kerugian. Tercatat, kerugian sementara akibat kebakaran Pasar Gedebage ini mencapai Rp5,5 miliar.

"Kemarin baru 23 pedagang saja udah Rp5,5 miliar, itu belum semuanya. Itu dari materi barang dagangannya," ujar Direktur Utama PD Pasar Bandung Bermartabat, Ervan Maksum, Senin (16/7/2018), seperti dikutip Antara.

Menurut dia, pembangunan Pasar Gedebage belum bisa diputuskan kapan akan mulai dilakukan. Sebab, kewenangan Pasar Gedebage berada di tangan perusahaan swasta selaku pengelola.

"Itu di bawah pengelolaan PT Ginanjar, bukan PD pasar," tambah dia.

Meski begitu, Pemkot Bandung akan berupaya untuk mengakomodasi pedagang yang menjadi korban dengan membuka posko aduan.

"Silakan datang kami akan data. Tapi untuk sekarang baru terdata 23 pedagang yang mengalami kerugian," kata dia menjelaskan.

Ia memprediksi nilai kerugian akan terus bertambah, mengingat yang melaporkan baru 23 pedagang dari total 116 kios pedagang yang terbakar.

"Ini pasti diprediksi akan bertambah, tapi kita juga masih mendata," ujar Ervan.

Direktur Umum, Operasional, dan Komersil PD Pasar Bermartabat, Panca Saktiadi sebelum mengatakan telah menyiapkan tempat relokasi sementara tempat berjualan para pedagang yang menjadi korban.

Para pedagang akan ditempatkan di pasar eceran dan Tempat Penampungan Pedagang Sementara (TPPS) Pasar Induk Gedebage hingga perbaikan kios rampung.

Tempat relokasi pedagang ini, Panca menuturkan, mampu menampung seluruh korban untuk berjualan. Namun luasannya tidak sama dengan luas lapak para pedagang yang terbakar.

"Misalnya di tempat yang sekarang ukurannya 4x4 meter, ada yang 4x6 meter, kami sesuaikan aja yang utama mereka bisa berdagang aja," kata dia.

Untuk perbaikan jongko yang terbakar, PD Pasar Bermartabat masih menghubungi PT Ginanjar sebagai pemilik wilayah pasar.

"Kami dan para pedagang sepakat secepatnya bisa berjualan. Dengan kembali berjualan, roda ekonomi mereka juga bisa kembali tumbuh," katanya menjelaskan.



Baca juga artikel terkait KEBAKARAN PASAR atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: antara
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari