Pandemi COVID-19

Kasus COVID-19 Mingguan Indonesia Terendah dari 4 Negara Tetangga

Reporter: Farid Nurhakim, tirto.id - 4 Agu 2022 21:43 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Indonesia mencatat kasus mingguan pada pekan ini sebanyak 38 ribu kasus. Sementara Singapura mencatat 54 ribu dan Jepang hingga 1 juta kasus.
tirto.id - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengungkapkan bahwa kasus COVID-19 mingguan Indonesia merupakan terendah dibandingkan empat negara tetangga yaitu Jepang, Korea Selatan (Korsel), Australia, dan Singapura.

“Kasus mingguan Indonesia menjadi yang paling rendah jika dibandingkan dengan empat negara tersebut. Namun meskipun begitu, kita tetap perlu waspada dengan kenaikan kasus yang terjadi di Indonesia,” ucap Juru Bicara atau Jubir Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual bertajuk “Perkembangan Penanganan COVID-19 di Indonesia Per 4 Agustus 2022”, yang disiarkan langsung via kanal YouTube pada Kamis (4/8/2022).

Dia menuturkan, keempat negara tetangga Indonesia itu memiliki kenaikan kasus COVID-19 mingguan yang cukup signifikan dalam satu minggu terakhir. Per tanggal 31 Juli 2022, kasus COVID-19 di Jepang mencapai lebih dari 1 juta kasus.

Lanjut Wiku, Korsel juga mencatatkan lebih dari 500 ribu kasus COVID-19, diikuti oleh Australia dengan hampir 300 ribu kasus dan Singapura yang mencapai 54 ribu kasus dalam sepekan.

Sedangkan di Indonesia, di pekan ini, kenaikan kasus masih terus terjadi bahkan makin banyak jumlah kasus mingguannya jika dibandingkan dengan minggu sebelumnya.

“Kasus positif mingguan di minggu ini, tercatatkan sejumlah lebih dari 38 ribu, sangat tinggi jika dibandingkan dengan awal Juli yang hanya 2 ribuan saja. Artinya, kasus positif mingguan telah naik sebanyak lebih dari 15 kali lipat dalam dua bulan,” ungkap dia.

Lebih lanjut Wiku, kenaikan kasus COVID-19 di Indonesia juga diiringi dengan kenaikan angka kematian akibat COVID-19, meskipun tidak lebih signifikan kenaikannya daripada kenaikan kasus positif.

Di minggu terakhir, terdapat 91 kematian, di mana angka ini juga meningkat tajam dibandingkan dengan minggu sebelumnya yang masih berkisar di angka 40 kematian.

“Bahkan dalam beberapa hari terakhir, kita sempat menyentuh lebih dari 20 kematian dalam satu hari,” kata dia.

Wiku pun menjelaskan alasan mengapa keempat negara tetangga Indonesia mengalami kenaikan kasus COVID-19 mingguan. Di Jepang, kenaikannya terjadi karena memasuki periode musim panas, mobilitas masyarakat untuk rekreasi dan melakukan perjalanan internasional maupun domestiknya meningkat, subvarian Omicron BA.5 dan BA.2 yang menyebar dengan luas seiring dengan kegiatan publik yang makin meningkat menjadi penyebab terbesar kenaikan kasus di sana.

Di Korea Selatan, tutur dia, kenaikan terjadi karena pembukaan perjalanan internasional yang dibarengi dengan penghapusan sebagian besar peraturan menjaga jarak, sehingga hanya menggunakan penggunaan masker saja. Di Australia, kenaikan terjadi karena BA.5 yang menyebar luas di sana, diperparah dengan lonjakan kasus influenza secara bersamaan.

“Sedangkan di Singapura, kenaikan terjadi juga karena subvarian BA.4 dan BA.5. Hal ini menunjukkan bahwa ancaman varian baru COVID-19 tidak bisa dianggap enteng,” ucap Wiku.

Dia menambahkan, meskipun saat ini di Indonesia dampaknya tidak seperti negara-negara lain, namun semua perlu tetap waspada karena kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 ini masih ada. Lalu perlu meminimalisir potensi terjadinya lonjakan kasus dengan belajar dari keempat negara tersebut.

“Pastikan perilaku hidup bersih dan sehat diterapkan dalam kegiatan sehari-hari, karena tidak hanya dapat melindungi dari COVID-19, namun pola PHBS (hidup bersih dan sehat) ini juga dapat mencegah kita terkena penyakit menular lainnya. Dengan begitu, daya tahan tubuh kita akan semakin meningkat dan potensi timbulnya gejala sedang dan berat juga dapat diminimalisir,” ujar Wiku.





Baca juga artikel terkait KASUS CORONA DI INDONESIA atau tulisan menarik lainnya Farid Nurhakim
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Farid Nurhakim
Penulis: Farid Nurhakim
Editor: Restu Diantina Putri

DarkLight