Kapan Pertama Kali Bayi Tersenyum dan Tertawa?

Oleh: Yulaika Ramadhani - 15 November 2018
Dibaca Normal 1 menit
"Bayi dapat tersenyum di awal dalam kehidupan, bahkan mungkin sejak dalam kandungan."
tirto.id - Senyum pertama bayi adalah salah satu momen paling berharga setiap orang tua. Kapan bayi mulai tersenyum?

Dokter anak Mark Gettleman, M.D., menjelaskan, bayi kemungkinan besar tersenyum jauh sebelum dia lahir.

"Bayi dapat tersenyum mulai di awal kehidupannya, bahkan mungkin sejak dalam kandungan," katanya sebagaimana dilansir Parents.

Menurut Gettleman, senyum pertama ini dilakukan tidak disengaja. Si kecil tersenyum refleks, mirip reflek gerakan lengan dan kaki yang tersentak. Namun begitu, tidak lama kemudian, si kecil akan memamerkan senyum "nyata" pertamanya, dengan sengaja.

Sementara itu, berdasarkan survei 1000 orang tua, senyum pertama bayi biasanya muncul sekitar enam minggu setelah kelahiran, dan tawa pertama mereka terlihat sekitar tiga setengah bulan. Peekaboo atau dalam istilah kita dikenal dengan Ci Luk Ba adalah permainan favorit yang membuat bayi tertawa dan menggelitik adalah satu-satunya alasan yang paling banyak dilaporkan mengapa bayi tertawa.

Gettleman menyebut, senyum asli pertama bayi menggambarkan banyak hal tentang perkembangannya. Ini pertanda penglihatannya telah membaik dan dia mampu mengenali wajah Anda. Otak dan sistem sarafnya sudah cukup matang untuk menghilangkan senyum refleks, dan dia sekarang sadar bahwa tersenyum adalah cara baginya untuk terhubung dengan orang lain.

Si kecil juga akan mulai menyadari perasaannya dan memiliki efek langsung pada orang-orang di sekitarnya. Dia akan tersenyum untuk mengekspresikan kesenangan, kegembiraan, kepuasan, dan kebahagiaan.

Sementara itu, penelitian menunjukkan, bayi tertawa ketika mereka menghembuskan napas dan menghirup kembali dengan cara yang sangat mirip dengan primata non-manusia.

Penelitian ini dijelaskan oleh Disa Sauter, seorang psikolog dan profesor di University of Amsterdam Belanda, saat berbicara di Pertemuan 176 dari Acoustical Society of America, diadakan bersamaan dengan Acoustics 2018 Acoustics Association Kanada.

Bersama dengan rekan psikolognya Mariska Kret, mahasiswa pascasarjana Dianne Venneker dari Universitas Leiden di Belanda, dan Bronwen Evans, Sauter mempelajari rekaman video bayi tertawa yang diambil dari 44 bayi dan anak-anak antara usia 3 dan 18 bulan. Rekaman diambil dari video online di mana bayi terlibat dalam interaksi yang menyenangkan.

Rekaman itu kemudian dianalisis oleh 102 pendengar yang direkrut dari populasi mahasiswa psikologi. Mereka mengevaluasi sejauh mana tawa di setiap video tersebut berasal dan diproduksi oleh si kecil.

Sauter menemukan, bayi-bayi usia termuda umumnya tertawa pada saat menghirup dan menghembuskan nafas, seperti halnya primata non-manusia seperti simpanse. Namun, pada bayi yang lebih tua yang diteliti, tawa dihasilkan hanya saat menghembuskan napas, seperti halnya pada anak-anak yang lebih tua dan orang dewasa.

"Mereka [bayi] tertawa: 'hoo hoo hoo.' Mereka tertawa terus menerus sambil menghirup dan menghembuskan nafas. Hal yang benar-benar sulit dilakukan dengan sengaja [oleh manusia dewasa]," kata Sauter, sebagaimana dikutip dari Scientific America.


Baca juga artikel terkait BAYI atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Gaya Hidup)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight