Menuju konten utama

Kapal Express Pricillia Mati Mesin di Gorontalo, Angkut 85 Orang

Hingga Selasa pagi, belum ada laporan dari Basarnas Gorontalo soal kondisi Kapal Express Priscillia 88 yang mengalami mati mesin di Perairan Teluk Tomini.

Kapal Express Pricillia Mati Mesin di Gorontalo, Angkut 85 Orang
Ilustrasi Basarnas. FOTO/Basarnas Sulsel

tirto.id - Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Gorontalo melaporkan Kapal Express Priscillia 88 mengalami mati mesin di Perairan Teluk Tomini.

Kepala Basarnas Gorontalo, Heriyanto menerima informasi tersebut dari nakhoda kapal cepat Express Priscillia 88 pada Senin (13/2/2023) pada pukul 19.15 Wita.

"Bahwa telah terjadi kecelakaan, kapal cepat Express Priscillia 88 mengalami mati mesin dengan jumlah penumpang 85 orang, mohon bantuan SAR," kata Heriyanto dikutip dari Antara, Selasa (14/2/2023).

Mendapat laporan itu, Basarnas Gorontalo menerjunkan personel dengan menggunakan kapal penyelamat 216 dan membawa peralatan lainnya.

Heriyanto menceritakan pada Senin tanggal 13 Februari 2023, pukul 14.00 Wita, Kapal Express Priscilia 88 berlayar dari Pelabuhan Gorontalo menuju Pagimana Sulawesi Tengah dengan jumlah penumpang 85 orang.

"Pada Pukul 19.05 Wita kami menerima laporan kejadian tersebut di Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo," kata dia.

Basarnas Gorontalo langsung menuju lokasi kapal Express Priscilia di perairan Teluk Tomini dengan membawa peralatan berupa jaket penyelamat dan peralatan medis lainnya.

"Cuaca di lokasi diperkirakan berombak satu hingga satu setengah meter," ujar Heriyanto.

Hingga Selasa pagi, belum ada laporan dari Basarnas Gorontalo soal kondisi Kapal Express Priscillia 88 yang mengalami mati mesin di Perairan Teluk Tomini. Kondisi 85 orang penumpang kapal cepat tersebut juga belum diketahui.

Para keluarga penumpang Kapal Express Priscillia 88 saat ini menunggu di Pelabuhan Kota Gorontalo. Kabar kecelakaan kapal membuat cemas beberapa keluarga penumpang kapal tersebut.

Salah seorang keluarga penumpang kapal cepat tujuan Pagimana, Rahmi Domili mencemaskan tiga orang keluarganya yang menjadi penumpang di kapal tersebut.

"Tadi dapat info kapalnya mati mesin. Apalagi dengar kabar makanan di kapal tidak ada. Ada dua orang yang masih kecil. Mereka masih duduk di bangku TK. Yang satunya lagi sudah dewasa," ucap Rahmi.

Hal senada juga diungkapkan oleh Safrin. Ia mengaku cemas lantaran salah satu keluarganya menjadi penumpang kapal tersebut.

Safrin berharap setiba di Gorontalo, keluarga dan seluruh penumpang selamat dan dalam keadaan sehat.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KAPAL

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Gilang Ramadhan