Menuju konten utama

Kalah dari PSS Sleman, Pemain Asing PSIS Diharapkan Terus Berbenah

Pelatih PSIS, Jafri Sastra menilai Patrick Mota masih lemah dalam hal komunikasi dan organisasi permainan usai Mahesa Jenar dikalahkan PSS Sleman dalam laga uji tanding.

Kalah dari PSS Sleman, Pemain Asing PSIS Diharapkan Terus Berbenah
Sejumlah suporter klub sepak bola PSIS Semarang yang tergabung dalam Panser Biru melakukan gerakan koreografi saat mendukung timnya melawan Persib Bandung dalam pertandingan lanjutan Liga 1 Indonesia di Stadion Moch. Soebroto, Magelang, Jawa Tengah, Minggu (18/11/2018). PSIS mengalahkan Persib Bandung dengan skor 3-0. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

tirto.id - Pelatih PSIS, Jafri Sastra berharap penggawa anyar asal Brasil, Patrick Mota mampu cepat beradaptasi dengan tim. Menurutnya, Mota masih lemah dalam hal komunikasi dan organisasi dengan skuat yang dimilikinya saat ini.

Hal itu diungkapkan Jafri Sastra usai melakoni laga uji tanding melawan PSS Sleman, Rabu (30/4/2019) malam. Dalam pertandingan tersebut, Mahesa Jenar mesti mengakui keunggulan Super Elang Jawa dengan skor 1-0 berkat gol yang diciptakan Brian Ferreira pada menit 47.

Kendati demikian, mantan pelatih Persis Solo itupun masih menerima kekurangan tersebut lantaran Mota baru bergabung dengan skuatnya.

“Mota baru ikut latihan kurang lebih selama lima hari dan hari ini dia ikut bertanding. Ada beberapa catatan untuk Mota yaitu komunikasi dan organisasi. Harapannya, tentu Mota bisa lebih baik lagi dalam banyak hal untuk kompetisi dan uji tanding yang sudah kita siapkan,” kata Jafri.

Matsunaga Shohei yang juga menjadi pemain anyar PSIS musim ini mengamini apa yang diucapkan pelatihnya. Ia memaparkan bahwa kesolidan tim belum sepenuhnya terjalin karena beberapa pemain merupakan penggawa anyar sehingga memerlukan waktu adaptasi.

“Ini uji tanding pertama dengan tim Liga 1, tentu banyak yang harus dibenahi. Pasti saya juga harus belajar dalam latihan. Tapi saya merasa baik-baik saja karena kondisi fisik saya sudah baik,” ucapnya.

Lebih lanjut, Jafri Sasta menilai bahwa permainan anak asuhnya relatif belum sesuai yang dikehendaki. Dalam laga tersebut, konsistensi menjadi salah satu kekurangan yang menonjol meski pada babak kedua sedikit demi sedikit dapat diperbaiki.

“Kita di babak pertama kurang konsisten dalam menyerang dan bertahan. Alhamdulillah di babak kedua kami bisa melakukan perubahan menyerang dan bertahan. Sayangnya, kami tidak bisa menghasilkan gol walaupun ada peluang untuk itu,” beber Jafri Sastra.

Menghadapi PSS Sleman merupakan uji tanding pertama PSIS melawan tim peserta Liga 1. Dalam beberapa agenda, uji tanding yang dijadwalkan Hari Nur Yulianto dan kolega kerap menemui hambatan karena satu dan lain hal.

Baca juga artikel terkait LIGA 1 2019 atau tulisan lainnya dari Hendi Abdurahman

tirto.id - Olahraga
Penulis: Hendi Abdurahman
Editor: Fitra Firdaus