Menuju konten utama

Kabar BJ Habibie Meninggal Adalah Hoaks

Habibie juga pernah dikabarkan meninggal pada 30 Maret 2017 dan pada Februari 2012 lalu. Namun, semua informasi itu adalah hoaks.

Kabar BJ Habibie Meninggal Adalah Hoaks
Presiden ke-3 RI BJ Habibie. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

tirto.id - Untuk kesekian kalinya, Presiden ketiga Indonesia BJ Habibie dikabarkan meninggal pada Rabu (4/4/2018). Kabar itu sempat membuat heboh netizen. Hingga berita ini ditulis, keyword “BJ Habibie Meninggal” di Google Trend sudah dicari 50.000 kali.

Menanggapi informasi itu, The Habibie Center menyatakan, kabar BJ Habibie meninggal adalah hoaks dan tidak benar. “Jangan percaya hoax! Berita yang mengabarkan bahwa Bapak BJ Habibie meninggal tidak benar!!,” tulis The Habibie Center di akun Twitter, Rabu (4/4).

Lembaga itu menyatakan, masyarakat harus cerdas dalam menyebarkan berita sehingga tidak termakan oleh kabar palsu. “Jangan ikut menyebarkan berita tanpa verifikasi. Berita yang mulai tersebar (lagi) yang mengabarkan Pak BJ Habibie meninggal tidak benar! Cerdaslah dalam membaca dan membagi berita,” ungkap mereka.

Berdasarkan data yang himpun, Habibie juga pernah dikabarkan meninggal pada 30 Maret 2017 lalu. Informasi itu sempat viral di media sosial. Namun, lagi-lagi kabar itu dibantah oleh The Habibie Center.

Selain itu, Presiden ketiga RI ini juga pernah dikabarkan meninggal pada Februari 2012 lalu. Kabar yang beredar menyebut bahwa Habibie meninggal di sebuah rumah sakit di Jerman. Tetapi, berita itu juga dibantah oleh Habibie.

Sekilas Tentang BJ Habibie

Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal dengan mana BJ Habibie merupakan pria asal Parepare, Sulawesi Selatan kelahiran 25 Juni 1936. Habibie pernah menjadi presiden RI ketiga selama 1,4 tahun menggantikan posisi Soeharto yang lengser dari jabatannya pada 21 Mei 1998. Habibie juga pernah menjadi Wakil Presiden dengan masa jabatan tersingkat, yakni hanya 2 bulan saja.

Sejak kecil, Habibie dikenal sebagai anak yang sangat cerdas dan memiliki semangat tinggi pada ilmu pengetahuan dan teknologi. Habibie kuliah pada Jurusan Teknik Mesin di Institute Teknologi Bandung, dan dilanjutkan ke Rhenisch Wesfalische Tehnische Hochscule, Jerman pada tahun 1955. Habibie bersekolah di Aachen Jerman selama 10 tahun hingga ia memperoleh gelar S3.

Selama menempuh pendidikan doktoral di Jerman, Habibie kuliah sambil bekerja untuk menghidupi keluargannya. Kala itu, Habibie telah menikahi teman SMA nya Ibu Ainun Besari dan mereka tinggal di Jerman. Habibie mendalami bidang Desain dan Konstruksi Pesawat Terbang. Tahun 1965, Habibie menyelesaikan studi S-3 nya dan mendapat gelar Doktor Ingenieur (Doktor Teknik) dengan indeks prestasi summa cum laude.

Setelah lulus kuliah Habibie bekerja di Messerschmitt-Bölkow-Blohm atau MBB Hamburg (1965-1969 sebagai Kepala Penelitian dan Pengembangan pada Analisis Struktrur Pesawat Terbang, dan kemudian menjabat Kepala Divisi Metode dan Teknologi pada industri pesawat terbang komersial dan militer di MBB (1969-1973).

Ketika masa jabatan Presiden-nya habis, Habibie lebih banyak tinggal di Jerman, namun pada era kepemimpinan Presiden SBY, ia aktif sebagai penasihat Presiden untuk mengawal proses demokratisasi di Indonesia melalui organisasi yang didirikannya yaitu Habibie Center. Ia juga menjabat sebagai Komisaris Utama dari PT. Regio Aviasi Industri, perusahaan perancang pesawat terbang R-80.

Baca juga artikel terkait BERITA HOAKS atau tulisan lainnya dari Alexander Haryanto

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Alexander Haryanto
Penulis: Alexander Haryanto
Editor: Alexander Haryanto