Jokowi Tanggapi Kasus Guru Meninggal Dipukul Murid di Sampang

Oleh: Maya Saputri - 7 Februari 2018
Dibaca Normal 1 menit
Kasus meninggalnya guru SMK yang dipukul muridnya hingga meninggal menjadi catatan besar di dunia pendidikan yang harus diperhatikan, menurut Presiden Jokowi.
tirto.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka suara mengenai kasus meninggalnya guru SMK di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Ahmad Budi Cahyono, yang menjadi korban pemukulan oleh anak didiknya beberapa waktu lalu. Jokowi menekankan kejadian ini harus menjadi catatan besar dunia pendidikan yang harus diperhatikan.

“Ada apa ini kenapa ini terjadi?” kata Presiden Jokowi saat acara Rembuk Nasional di Pusdiklat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018) sore, seperti dirilis setkab.go.id.

Presiden juga menunjuk aksi bullying antar pelajar di beberapa daerah, termasuk di Jakarta, yang juga banyak sekali terjadi. Ia juga menambahkan bahwa juga ada tawuran antar geng sekolah di beberapa tempat yang masih sering terjadi.

“Ini harus menjadi perhatian juga kita semuanya,” tegas Presiden.

Jokowi mengakui bahwa anak-anak tidak boleh ketinggalan perkembangan ilmu dan teknologi. Namun Presiden mengingatkan, teknologi harus digunakan untuk memperkaya kebudayaan dan memperkuat kearifan lokal Indonesia.

“Hati-hati akar budaya kita hati-hati, akar peradaban kita. Jangan sampai kita kehilangan akar budaya dan justru anak anak kita belajar lewat media sosial lewat internet hal-hal yang bukan budaya negara kita Indonesia,” tutur Presiden.

Sistem pendidikan di sekolah, sistem pendidikan di masyarakat, lanjut Jokowi, terus menjadi jantung kebudayaan bangsa.

Ekspresi seni dan budaya Indonesia jangan sampai tergeser dengan budaya budaya asing yang belum tentu cocok dengan jati diri anak didik kita jati diri bangsa kita Indonesia hati-hati,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.

Ia juga meminta para pendidik bisa memastikan agar kebudayaan Indonesia menjadi sumber kekuatan, sumber persatuan, dan sumber energi bangsa Indonesia dalam memenangkan kompetisi global memenangkan persaingan global.

“Itulah jalan kebudayaan kita,” pungkas Presiden Jokowi.

Sedangkan Mendikbud Muhadjir Effendy menilai perlunya aturan yang mengatur tentang etika seorang siswa terhadap guru terutama untuk tingkat SMA. Ia mengatakan selama ini belum ada peraturan yang mengatur soal itu.

"Selama ini, hubungan antara guru dan siswa di sekolah itu belum diatur. Kalau di pesantren sudah ada, bagaimana tanggung jawab murid pada guru, guru pada murid, juga orang tua dan murid. Kalau dibolehkan akan kita bikin seragam mengenai aturan di sekolah itu," ujar Mendikbud di Sawangan, Jawa Barat, Selasa (6/2/2018).

Meski demikian, Muhadjir mengatakan saat ini sudah ada aturan tentang perlindungan guru dan murid di sekolah. Dan hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Permendikbud 10/2017 tentang Perlindungan Bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan.

"Kami akan kaji lagi, akan kita sisir hak dan kewajiban guru dan siswa," katanya.



Baca juga artikel terkait KASUS PEMUKULAN GURU atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Pendidikan)

Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri