Menuju konten utama

Jadwal Sholat Dhuha Kota Semarang Hari Ini

Jadwal sholat dhuha Kota Semarang pada hari ini Minggu 16 Juni 2024 disajikan Tirto.id merujuk data Kemenag RI.

Jadwal Sholat Dhuha Kota Semarang Hari Ini
Ilustrasi Salat. foto/istockphoto

tirto.id - Jadwal shalat dhuha bisa dilihat di laman Tirto.id pada hari ini Minggu 16 Juni 2024. Dengan panduan jadwal tersebut, umat Islam di Kota Semarang dapat menjalankan shalat dhuha yang salah satu keutamaannya adalah bagaikan sedekah bagi setiap tulang manusia.

Shalat dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang paling mudah dikerjakan oleh umat Islam. Shalat ini dilaksanakan pada pagi hari setelah waktu dhuha tiba. Waktu paling utama adalah sekitar pukul 09.00. Shalat dhuha dapat dilakukan minimal 2 rakaat.

Jadwal Shalat Dhuha Kota Semarang Hari Ini

Shalat dhuha sering dikerjakan oleh Nabi Muhammad saw. Diriwayatkan dari Aisyah, ia menyampaikan, "Dahulu Rasulullah saw. biasa melakukan 4 rakaat shalat dhuha dan menambahkan (jumlah rakaat) sesuai dengan kehendak Allah.” (H.R. Muslim).

Umat Islam di daerah Kota Semarang yang ingin meneladani jejak Nabi dengan mengerjakan shalat dhuha, dapat rutin menunaikan ibadah sunnah tersebut.

Untuk Minggu 16 Juni 2024, Tirto.id menyediakan jadwal shalat dhuha hari ini sebagai berikut.

Jadwal Sholat Dhuha Kota Semarang Bulan Ini

Waktu dhuha yang cukup panjang memungkinkan umat Islam yang tidak bisa mengerjakan shalat ini pada pagi hari, dapat melakukannya menjelang siang. Waktu dhuha berakhir ketika tergelincirnya matahari menjelang shalat zuhur atau sekitar pukul 11.00 WIB.

Agar umat Islam Kota Semarang dapat mengerjakan shalat dhuha sepanjang bulan ini, berikut ini Tirto.id menyediakan jadwal shalat dhuha Kota Semarang sebagai berikut.

Bacaan Surat Dhuha Arab, Latin, dan Artinya

Dalam shalat dhuha, pembacaan surah Adh-Dhuha dianjurkan pada rakaat kedua. Sementara saat rakaat pertama dapat melantunkan surah As-Syams.

Berikut adalah bacaan surah Adh-Dhuha dalam bentuk bahasa Arab, latin, dan terjemahannya:

وَالضُّحٰىۙ ١

waḍ-ḍuḥā

Demi waktu duha

وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ ٢

wal-laili iżā sajā

dan demi waktu malam apabila telah sunyi,

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلٰىۗ ٣

mā wadda'aka rabbuka wa mā qalā

Tuhanmu (Nabi Muhammad) tidak meninggalkan dan tidak (pula) membencimu.

وَلَلْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لَّكَ مِنَ الْاُوْلٰىۗ ٤

wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā

Sungguh, akhirat itu lebih baik bagimu daripada yang permulaan (dunia).

وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ٥

wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā

Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ٦

a lam yajidka yatīman fa āwā

Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);

وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ٧

mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);

وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ٨

wa wajadaka ḍāllan fa hadā

dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?

فَاَمَّا الْيَتِيْمَ فَلَا تَقْهَرْۗ ٩

fa ammal-yatīma fa lā taq-har

Terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.

وَاَمَّا السَّاۤىِٕلَ فَلَا تَنْهَرْ ١٠

wa ammas-sā`ila fa lā tan-har

Terhadap orang yang meminta-minta, janganlah engkau menghardik.

وَاَمَّا بِنِعْمَةِ رَبِّكَ فَحَدِّثْ ࣖ ١١

wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ

Terhadap nikmat Tuhanmu, nyatakanlah (dengan bersyukur).

Shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab Allah pada hari kiamat. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, sungguh ia beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia gagal dan rugi."

Jika ada kekurangan atau ketidaksempurnaan dalam shalat wajib seorang muslim, Allah akan berfirman, "Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki shalat sunnah".

Merujuk pada riwayat tersebut, umat Islam dianjurkan untuk menambah ibadahnya dengan shalat sunnah. Shalat dhuha yang hukumnya sunnah muakkadah atau sunnah yang dianjurkan, dapat menjadi shalat sunnah pilihan dan favorit kaum muslimin.

Manfaat Sholat Dhuha untuk Rezeki

Terdapat banyak manfaat sholat dhuha bagi umat Islam yang rutin mengerjakannya. Berdasarkan hadis, berikut beberapa di antaranya.

Pertama, sholat dhuha bisa menjadi tempat untuk meminta pertolongan kepada Allah SWT. Rasulullah pernah meminta pertolongan kepada Allah SWT ketika menjalankan sholat dhuha. Diriwayatkan dari Anas bin Malik. ia melihat Nabi mengerjakan shalat dhuha 8 rakaat saat safar. Setelah selesai, Nabi bersabda, "Saya sholat dengan dinaungi perasaan senang dan takut, saya memohon kepada Rabku tiga hal, namun Dia hanya memberiku dua dan menahan satu, saya memohon kepada-Nya agar tidak menguji hambaku dengan kekeringan yang panjang dan Dia mengabulkan, dan saya memohon kepada-Nya agar musuh tidak menang atas umatku dan Dia mengabulkan, dan saya memohon kepada-Nya agar tidak membuat mereka berpecah–belah namun Dia enggan mengabulkan".

Kedua, Allah akan membuatkan rumah di surga bagi umat-Nya yang menjalankan sholat dhuha sebelum zuhur. Melalui salah satu riwayat, dari Abu Musa, Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa mengerjakan sholat dhuha 4 rakaat dan sebelum zuhur 4 rakaat, niscaya dibangunkan baginya rumah di surga," (H.R. at-Tabrani).

Baca juga artikel terkait JADWAL IMSAKIYAH atau tulisan lainnya dari Tim Konten Ramadan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Tim Konten Ramadan
Penulis: Tim Konten Ramadan
Editor: Tim Konten Ramadan