tirto.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, meminta masyarakat tidak datang bersamaan saat menukarkan tiket upacara 17 Agustus 2025 di Istana Negara, Jakarta Pusat. Masyarakat diminta menukarkan tiket sesuai jadwal penukaran masing-masing.
Ia menyebutkan, jadwal penukaran tiket upacara HUT ke-80 RI telah tertera di surat elektronik yang dikirimkan ke masyarakat yang sudah mendaftar.
"Masuk di e-mail masing-masing, kalau masyarakat yang memang akan hadir dengan kemarin itu mendaftar, di situ ada semua penjelasannya, termasuk jadwal kapan saudara-saudara bisa menukar untuk mengambil undangan secara fisik," ucap Prasetyo di Istana Negara, Rabu (13/8/2025).
Menurut Prasetyo, penukaran tiket upacara tidak cuma berlangsung pada 16 Agustus 2025. Masyarakat diminta menukarkan tiket di Istana Negara mulai hari ini hingga 16 Agustus 2025.
Kata dia, jadwal penukaran tiket telah dipisahkan agar tidak terjadi penumpukan saat masyarakat menukarkan tiket di Istana Negara. Prasetyo meyakini penumpukan tidak akan terjadi, jika masyarakat mengikuti jadwal penukaran tiket yang telah ditentukan.
"Yang bisa menukarkan tiket berkesempatan hadir hari ini, minta tolong untuk hari ini. Yang luang waktu esok hari, minta tolong esok hari untuk ditukar itu dengan undangan fisik," tuturnya.
"Kami mengerti bahwa masing-masing punya kegiatan, punya kesulitan untuk mengatur. Nah, di situlah kita mencoba memberikan ruang supaya semua masyarakat bisa dengan mudah [menukarkan tiket]," sambung dia.
Di satu sisi, Prasetyo berujar, pihaknya telah mengatur pula skema masuk-keluar masyarakat maupun tamu undangan saat pelaksanaan upacara HUT ke-80 RI nanti. Skema tersebut juga telah tertuang dalam e-mail yang diterima masyarakat serta tamu undangan.
Ia mengingatkan, akses masuk-keluar masyarakat dan tamu undangan terpisah. Terdapat delapan pintu yang digunakan untuk akses keluar-masuk masyarakat serta tamu undangan.
Prasetyo mengakui pihak Istana Negara bakal menggelar simulasi keluar-masuk untuk mengantisipasi pembludakan saat penyelenggaraan upacara HUT RI nanti.
"Kita berharap, kalau semua tertib, membaca, mengikuti panduan, insyaAllah akan lancar, jeda dari mulai pagi sampai menjelang mulainya prosesi detik-detik proklamasi itu kan agak cukup panjang juga," tutur dia.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































