Menuju konten utama

Isi Lirik Lagu Gundul-Gundul Pacul: Apa Makna dan Artinya?

Berikut penjelasan tentang lagu Gundul-Gundul Pacul tegese lagu tradisional yang masih eksis hingga sekarang, kenali makna dan artinya.

Isi Lirik Lagu Gundul-Gundul Pacul: Apa Makna dan Artinya?
Ilustrasi lagu Gundul-Gundul Pacul tegese lagu folklor yang diwariskan secara turun-temurun . FOTO/Istockphoto

tirto.id - Gundul-Gundul Pacul tegese atau artinya mengandung makna yang begitu dalam. Tembang satu ini ramai dipelajari atau didendangkan oleh anak-anak. Lagu ini dipelajari saat menginjak bangku sekolah dasar dan digemakan ketika bermain.

Para leluhur menciptakan lagu dolanan dengan makna dan filosofi tersendiri, berbeda dengan kebanyakan lagu zaman sekarang. Isi tembangGundul-Gundul Pacul menggambarkan nilai-nilai kehidupan dan pesan moral yang penting untuk diteruskan kepada generasi berikutnya.

Lagu dolanan biasanya mengandung makna yang berkaitan dengan pesan sosial, pesan persatuan, serta nilai-nilai budi pekerti yang positif. Oleh karena itu, masyarakat sering menggunakan lagu dolanan sebagai media pendidikan karakter bagi anak-anak.

Lirik Lagu Gundul-Gundul Pacul dan Artinya

Lirik lagu Gundul-Gundul Pacul berasal dari tradisi Jawa yang kaya akan nilai filosofi. Penjelasan mengenai lirik lagu Gundul-Gundul Pacul dan artinya disajikan sebagai berikut.

Gundhul gundhul pacul cul

gembèlengan

Nyunggi nyunggi wakul kul

gembèlengan

Wakul ngglimpang segané dadi sak latar

Wakul ngglimpang segané dadi sak latar

Arti:

Gundul gundul cangkul

Sembrono

Membawa bakul (di atas kepala)

(Dengan) sembrono

Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

Bakul terguling, nasinya tumpah sehalaman

Makna Lagu Gundul-Gundul Pacul dan Asal Usulnya

Lagu Gundul-Gundul Pacul dapat dikategorikan sebagai lagu folklor atau lagu tradisional yang diwariskan secara turun-temurun.

Mengutip artikel Fenomena Lagu Dolanan Gundul-Gundul Pacul Dalam Pendidikan Karakter Anak dan Ranah Sosial karya Adi Suprayogi, folklor bersifat anonim, penyebarannya dilakukan secara lisan, dan akhirnya menjadi milik bersama.

Hal ini pula yang terjadi pada lagu Gundul-Gundul Pacul. Tidak ada yang tahu pasti kapan lagu ini diciptakan dan tidak ada catatan atau bukti autentik mengenai siapa penciptanya.

Namun menurut beberapa literatur, lagu Gundul-Gundul Pacul diperkirakan sudah ada sejak tahun 1400. Lagu ini juga dipopulerkan oleh Sunan Kalijaga, salah satu ulama Wali Songo yang kerap melakukan dakwah lewat seni lagu.

Setiap kalimat dalam lirik lagu Gundul-Gundul Pacul tegese memiliki filosofi tersendiri sehingga menyiratkan pesan atau nasihat yang sangat positif.

Berdasarkan artikel Pemimpin Ideal dalam Perspektif Syair Gundul-Gundul Pacul karya M. Indra Saputra, berikut makna dan arti lagu Gundul-Gundul Pacul:

1. Gundul-gundul pacul, gembelengan

Kepala kerap diartikan sebagai pemimpin, tapi juga merupakan lambang kehormatan dan kemuliaan. Sementara rambut adalah lambang mahkota.

Dengan demikian, gundul (kepala tanpa rambut) dapat dimaknai sebagai kehormatan tanpa mahkota

Pacul atau cangkul merupakan alat pertanian dan merupakan lambang rakyat kecil yang kebanyakan bekerja sebagai petani. Menurut orang Jawa, pacul berarti papat kang ucul atau empat yang lepas.

Artinya, kemuliaan seseorang tergantung pada empat hal:

  • Mata untuk melihat kesulitan rakyat
  • Telinga untuk mendengar nasihat
  • Hidung untuk mencium wangi kebaikan
  • Mulut untuk berucap keadilan
Apabila keempat hal tersebut lepas, maka kemuliaan seseorang juga akan lenyap.

Sedangkan kata gembelengan dapat diartikan sembrono, sombong, besar kepala, dan tidak serius/main-main dalam menggunakan kehormatannya.

Dengan demikian, potongan lirik gundul-gundul pacul, gembelengan bisa dimaknai sebagai: seorang pemimpin bukanlah orang yang memakai mahkota, tetapi mereka yang membawa pacul untuk mencangkul (membuat rakyat sejahtera).

Namun apabila seseorang kehilangan empat hal penting (pacul) yang membentuk kemuliaannya, maka ia akan menjadi orang yang congkak dan sembrono (gembelengan).

2. Nyunggi-nyunggi wakul, gembelengan

Nyunggi adalah istilah yang dipakai ketika seseorang membawa barang di atas kepala. Wakul atau bakul merupakan lambang dari amanah rakyat.

Nyunggi wakul atau membawa bakul di atas kepala dapat didefinisikan sebagai membawa atau menjunjung amanah rakyat.

Di lirik ini digambarkan bahwa seseorang (yang diberi tanggung jawab untuk menjunjung amanah rakyat) justru bersikap sombong (gembelengan)

3. Wakul nggelimpang, segane dadi sak latar

Wakul nggelimpang atau bakul jatuh/terguling adalah lambang amanah rakyat yang terjatuh. Sedangkan segane dadi sak latar memiliki arti bahwa hasil yang selama ini diperoleh akhirnya berantakan dan jadi sia-sia. Sega (nasi) yang terjatuh tak bisa dimakan lagi (tidak bermanfaat dan tidak bisa menyejahterakan rakyat).

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa Gundul-Gundul Pacul mengandung filosofi tentang seorang pemimpin yang harus bisa menjaga amanah dengan baik. Pemimpin tidak boleh sombong, sembrono, atau main-main dengan amanah yang diembankan kepadanya.

Pemimpin juga wajib berusaha membuat rakyatnya sejahtera. Caranya dengan menjunjung amanah rakyat dan tetap menggunakan empat panca inderanya (mata, telinga, hidung, mulut) untuk kepentingan rakyat.

Ingin tahu lebih banyak tentang lagu daerah dan makna di baliknya? Silakan kunjungi tautan Tirto.id di bawah ini untuk informasi lainnya.

Kumpulan Artikel tentang Lagu Daerah

Baca juga artikel terkait MUSIK atau tulisan lainnya dari Erika Erilia

tirto.id - Edusains
Kontributor: Erika Erilia
Penulis: Erika Erilia
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Satrio Dwi Haryono