Ignasius Jonan Sebut Sektor Migas Tertinggal Sebab Tak Bisa Efisien

Oleh: Gilang Ramadhan - 14 Oktober 2019
Jonan menyebut sektor migas merupakan yang paling tertinggal di antara sektor lainnya sejak ia dipercaya Jokowi menjadi menteri.
tirto.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan masih mempersoalkan efisiensi dalam industri migas yang menjadi kunci keandalan sektor tersebut. Masalah ini, kata dia, membuat sektor migas ketinggalan dibandingkan sektor-sektor lain di Indonesia.

"Hingga saat ini saya tekankan efisiensi adalah kunci dalam migas, karena sektor ini pasar yang menentukan harga," kata Jonan dalam seminar Tantangan Industri Migas, di Jakarta, seperti dilansir Antara, Senin (14/10/2019).

Jonan menceritakan sektor migas merupakan yang paling tertinggal di antara sektor lainnya ketika pertama kali ia dipercaya Presiden menjadi menteri.

Jonan membandingkan industri migas dengan telekomunikasi. Ia menceritakan bahwa sekitar 30 tahun lalu, harga ponsel genggam mencapai harga mobil.

Namun, saat ini harga ponsel genggam bahkan tidak mencapai seperlima dari sebuah mobil standar. Industri ponsel tersebut mencapai kemajuan yang luar biasa sehingga mampu mencapai semua target kalangan.

Ia menjelaskan bahwa industri ponsel baru besar masuk ke Indonesia sekitar 13 tahun silam, padahal industri migas sudah tua berada di Indonesia.

Namun, dalam jangka 13 tahun tersebut, jaringan dari telepon seluler bahkan sudah melebihi jangkauan kelistrikan dan BBM untuk berada di pelosok negeri.

Oleh karena itu, ia mengingatkan kembali untuk menekan efisiensi pada bisnis migas agar tercapai kemajuan industri hingga dapat bersaing dengan sektor lainnya.

"Menurut saya semua pihak harus bisa berpikir bagaimana how we can produce better product more competitive cost," ucapnya.



Baca juga artikel terkait SEKTOR MIGAS NASIONAL atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Selfie Miftahul Jannah
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Hendra Friana
DarkLight