Idul Adha 2021: Kumpulan Ayat & Dalil Berkurban dalam Alquran

Oleh: Ilham Choirul Anwar - 19 Juli 2021
Dibaca Normal 2 menit
Berkurban telah disyariatkan bagi umat Islam yang dilaksanakan setahun sekali.
tirto.id - Hari Raya Idul Adha segera tiba. Tahun ini, Idul Adha 10 Dzulhijjah bertepatan dengan 20 Juli 2021. Sementara hari tasyriq jatuh pada tanggal 21-23 Juli 2021.

Bagi umat Islam yang mampu dalam harta, mendapatkan kewajiban untuk menyembelih hewan kurban pada momentum Idul Adha.

Syariat ini telah dituntunkan bagi umat Islam yang turunnya dilatarbelakangi kejadian di zaman kehidupan Nabi Ibrahim dan putranya, Nabi Ismail. Nabi Ibrahim, kala itu, mendapatkan mimpi untuk menyembelih Nabi Ismail.

Bukan hal mudah untuk Nabi Ibrahim menjalankan mimpi tanda kenabiannya itu. Sebab, Nabi Ibrahim telah menanti lama untuk memiliki seorang putera. Istri pertama Nabi Ibrahim, Sarah, telah lama belum dikaruniai anak.

Ketika Sarah semakin menua dan belum juga diberikan anak, dia meminta agar Nabi Ibrahim menikahi Siti Hajar, budaknya. Dari pernikahan dengan Siti Hajar, lahirlah Nabi Ismail. Saat itu usia Nabi Ibrahim telah menginjak 86 tahun.

Lalu, saat Nabi Ismail tumbuh dewasa, Nabi Ibrahim mendapatkan mimpi agar menyembelih putera beliau. Meski awalnya ragu apakah mimpi itu wahyu atau bukan, Nabi Ibrahim lantas meyakini hal tersebut perintah dari Allah. Nabi Ismail bisa menerima perintah itu meski cukup berat bagi sang ayah.

Ketika waktunya tiba, Nabi Ismail pun hendak disembelih. Atas kuasa Allah, Nabi Ismail pun diganti dengan hewan sembelihan. Dan, akhirnya, peristiwa berkurban inilah yang kemudian menjadi syariat atas umat Islam dengan hewan sembelihan.

Perintah kurban dalam Al Quran

Allah telah memerintahkan untuk berkurban bagi Islam melalui berbagai ayat dalam Al Quran. Perintah tersebut dapat dilihat dalam ayat-ayat berikut:

- Berkurban untuk mendekatkan diri pada Allah

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah untuk mendekatkan diri kepada Allah).” (QS. Al-Kautsar: 2)

Melansir laman Dompet Dhuafa, perintah berkurban tampak jelas dalam surah Al Kautsar ayat 2. Pada ayat tersebut menyatatakan bahwa berkurban merupakan sebuah upaya dalam mendekatkan diri kepada Allah Ta'ala, di samping melalui shalat.

- Berkurban untuk berserah diri pada Allah, berbagi dengan sesama, dan sebagai bentuk ketakwaan

“Dan bagi tiap-tiap umat telah kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan yang Maha Esa, karena itu berserahdirilah kamu kepada-Nya, dan berilah kabar gembira pada orang-orang yang tunduk (patuh) pada Allah.” (QS: Al-Hajj: 34)

Dalam surah Al Hajj ayat 34 juga disebutkan mengenai syariat berkurban. Menyembelih hewan kurban adaah bentuk syukur dan berserah diri hamba pada Allah. Di samping itu, hewan sembelihan yang menjadi kurban merupakan salah satu bentuk rezeki dari Allah untuk manusia.

Perintah tersebut lantas dilanjutkan pada surah Al Hajj ayat 36-37, “Maka makanlah sebagiannya (daging qurban) dan berilah makan orang yang merasa cukup dengan apa yang ada padanya (orang yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Daging daging qurban dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai keridhaan Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.”

Dengan berkurban, menurut surah Al Hajj 36-37, turut menunjukkan kepedulian kepada orang lain. Lalu, inti dari berkurban adalah bentuk ketakwaan karena bukan daging dan darah hewan kurban yang bisa mencapai keridhaan Allah. Melansir laman Kemenag, beribadah qurban juga menuntut keikhlasan dari pelakunya, lepas dari sikap riya' atau pamer.

- Berkurban sebagai bentuk berserah diri pada Allah

“Katakanlah (wahai Muhammad): Sesungguhnya shalatku, nusuk/ibadah qurbanku, hidup dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Tidak ada sekutu bagi-Nya, aku diperintahkan seperti itu dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri.” (QS. Al-An’am: 162)

Perintah berkurban juga ditemukan dalam surah Al An'am ayat 162. Di sana disebutkan bahwa Nab Muhammad beraksi jika shalat dan ibadah kurban sebagai bentuk pengakuan tidak ada tempat berserah diri kecuali pada Allah.



Baca juga artikel terkait IDUL ADHA atau tulisan menarik lainnya Ilham Choirul Anwar
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ilham Choirul Anwar
Penulis: Ilham Choirul Anwar
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight