IDI Imbau Seluruh Dokter Siaga Lonjakan COVID-19 hingga Juli 2021

Oleh: Gilang Ramadhan - 28 Mei 2021
Dibaca Normal 1 menit
Sekitar 200 ribu dokter yang tergabung dalam Forum Gerakan Dokter Nusantara diminta bersiaga menghadapi kemungkinan lonjakan COVID-19.
tirto.id - Ketua Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Daeng M Faqih mengimbau seluruh dokter di Indonesia untuk bersiaga hingga Juli 2021 menghadapi kemungkinan lonjakan kasus COVID-19 usai Idulfitri.

"Kami berdoa agar lonjakan tidak sampai seperti di Januari 2021," kata Daeng dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Komplek Parlemen RI, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Imbauan itu disampaikan Daeng kepada sekitar 200 ribu dokter yang tergabung dalam Forum Gerakan Dokter Nusantara. Mereka diminta mengerahkan daya dan upaya untuk menangani COVID-19.

"Kami tidak hanya mengandalkan dokter spesialis tertentu yang jumlahnya terbatas seperti spesialis paru, anastesi dan lainnya. Sebab kalau terjadi lonjakan, mereka tidak akan mampu," katanya.

PB IDI telah mengeluarkan kebijakan agar seluruh dokter di Indonesia bisa menangani kasus COVID-19 melalui pelatihan. "Tentunya tidak semua dokter bisa tangani COVID-19 secara spesifik seperti memasang alat inkubasi, ventilator masih pada kompetensi dokter tertentu yang secara teknis menguasai," katanya.

Daeng mengungkapkan saat ini tidak semua dokter memiliki keberanian untuk menangani pasien COVID-19. Contoh kasus, kata dia, saat terjadi krisis tenaga medis di Surabaya, dokter di Jawa Timur pada saat itu mengalami ketakutan yang luar biasa.

"Saya koordinasi dengan Satgas Penanganan COVID-19 hingga akhirnya kami mengambil keputusan dari pusat memberikan 25 orang dokter. Akan kami terus sediakan untuk backup Satgas Penanganan COVID-19," katanya.

Daeng menambahkan, pada saat terjadi lonjakan kasus yang berlangsung Februari 2021, ada 59 kasus berat fase tiga yang dialami dokter COVID-19.

"Biasanya 80 persen pasien kasus berat fase tiga kalau tanpa penanganan khusus bisa meninggal. Tapi dari 59 kasus itu, 50 orang dokter berhasil diselamatkan," kata dia.

Satgas COVID-19 mencatat secara nasional terjadi kenaikan kasus COVID-19 mingguan hingga 36,1 persen setelah Idulfitri. Kasus kematian juga naik 13,8 persen secara mingguan.

"Kenaikan kasus positif yang cukup signifikan ini terjadi 1 minggu setelah periode Libur Idul Fitri. Seperti yang saya sampaikan bahwa dampak dari suatu libur panjang dapat terlihat pada minggu kedua dan ketiga setelah periode libur panjang tersebut," kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Wiku Adisasmito dari Gedung BNPB, Jakarta, Selasa (25/5/2021).


Baca juga artikel terkait TENAGA MEDIS CORONA atau tulisan menarik lainnya Gilang Ramadhan
(tirto.id - Kesehatan)

Sumber: Antara
Penulis: Gilang Ramadhan
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight