Menuju konten utama

Hujan Terus-menerus, Beberapa Desa di Pandeglang Kebanjiran

Banjir antara lain melanda Desa Kubangkampil di Kecamatan Sukaresmi dan Desa Teluk di Kecamatan Labuan.

Hujan Terus-menerus, Beberapa Desa di Pandeglang Kebanjiran
Presiden Joko Widodo mengamati bangunan Hotel Mutiara Carita yang rusak akibat tsunami di Kabupaten Pandeglang, Banten pada Senin (24/12/2018). ANTARA FOTO/Bayu Prasetyo/wpa/foc.

tirto.id - Derasnya hujan yang turun terus-menerus sejak tsunami Sabtu malam lalu, membuat beberapa desa di wilayah pesisir Kabupaten Pandeglang mengalami kebanjiran pada Rabu (26/12/2018) pagi.

Banjir antara lain melanda Desa Kubangkampil di Kecamatan Sukaresmi dan Desa Teluk di Kecamatan Labuan, salah satu daerah yang cukup parah terdampak tsunami.

"Pagi ini di Desa Teluk banjir, cukup tinggi, bahkan jembatan yang menghubungkan Jalan Rakay Labuan-Caringin terendam," ujar Imron Mulyana, salah satu relawan yang membantu penanganan dampak bencana di area tersebut.

Menurut Imron, tinggi genangan di daerah tersebut mencapai sekitar sampai satu meter, sehingga membuat jembatan tertutup air dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Sementara itu, lanjutnya, di Desa Teluk banyak rumah warga yang rusak akibat tsunami. Warganya pun kebanyakan masih mengungsi di Kecamatan Jipuat yang lokasinya lebih tinggi.

"Masyarakat masih berada di pengungsian, jadi banjir ini kemungkinan tidak menimbulkan korban," katanya.

Data Badan Nasional Penangggulangan Bencana (BNPB) hingga Selasa (25/12/2018) sore menyebutkan, sebanyak 429 orang meninggal, 1.485 orang luka-luka, 154 orang hilang, dan 16.082 orang mengungsi akibat bencana tsunami Selat Sunda.

Sementara data kerugian materiil sekitar 882 rumah yang rusak, 73 penginapan rusak, 60 warung rusak, 434 perahu dan kapal rusak, 24 kendaraan roda 4 rusak, 41 kendaraan ruda 2 rusak, 1 dermaga dan 1 shelter rusak.

Humas BNPB Sutopo mengatakan, daerah yang paling parah terdampak tsunami Selat Sunda adalah Kabupaten Pandeglang.

Di daerah ini tercatat 290 orang meninggal dunia, 1.143 luka-luka, 77 orang hilang, dan 14.395 orang mengungsi.

Baca juga artikel terkait TSUNAMI SELAT SUNDA

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno