Hikayat Mauro Icardi di Inter Milan: Dulu Kapten, Sekarang Dijauhi

Oleh: Herdanang Ahmad Fauzan - 14 Februari 2019
Dibaca Normal 2 menit
Mauro Icardi menolak bermain saat Inter Milan melawan Rapid Vienna pada 32 besar Liga Eropa. Keputusan itu tak lepas dari hubungan tidak harmonis antara dirinya dengan tim.
tirto.id - Dalam sebuah program televisi yang mengudara Januari 2019, Wanda Nara diberi pertanyaan mengenai masa depan beberapa pemain Inter Milan, salah satunya Ivan Perisic. Seperti dilansir Calciomercato, saat itu Wanda terang-terangan menyebut bahwa Perisic tengah memaksa pindah ke Arsenal.

Wanda adalah istri sekaligus agen dari kapten Inter Milan saat itu, Mauro Icardi, dan komentar mengenai Perisic membuat pemain berkebangsaan Kroasia itu naik pitam.

Jurnalis Il Giornale, Franco Ordine, bahkan menyebut Perisic mendatangi langsung Icardi dan marah-marah di hadapan sang striker.

"Perisic pergi mendatangi Icardi dan berkata: bilang sama istri kamu, dia tidak perlu berbicara apa pun tentangku di televisi," ungkap Ordine.

"Antara Icardi atau pemain lain, manajemen klub jelas membela tim secara keseluruhan," imbuhnya.

Indikasi keretakan di ruang ganti Inter sebenarnya telah terendus sejak awal 2019, saat sejumlah media Italia membocorkan Wanda menuntut Inter melipatgandakan gaji Icardi jika ingin ada perpanjangan kontrak dengan suaminya.

"Wanda Nara, istri dan agen Mauro Icardi, ingin kenaikan gaji untuk Icardi dua kali lipat. Namun klub berencana menolak. Saat ini hubungan di antara klub dan pihak pemain memanas," tulis Fedenerazzura.

Wanda, di sisi lain, sama sekali tak menampik kabar itu. Ia bahkan bersikeras mengatakan Icardi layak digaji jauh lebih tinggi.

"Kami percaya Mauro [Icardi] berharga lebih dari ini. Ada banyak klub tertarik dengannya. Sebagai contoh, dua klub besar Spanyol tetarik dengannya, di mana kami punya hubungan bagus. Lalu ada klub asal Inggris dan Italia," ujar Wanda seperti diwartakan Football-Italia.

Puncak kemuakan Inter terhadap tingkah Icardi dan agennya lantas terjadi pada Rabu (13/2/2019) kemarin, saat pelatih Luciano Spalletti melengserkan Icardi dari jabatan kapten tim. Spalletti kemudian memindahkan ban kapten ke lengan kiper Samir Handanović, sebagaimana diumumkan klub lewat berbagai kanal media sosial.


Saat ditanyai awak media apakah pencopotan ini merupakan buntut dari konflik internal, Spalletti tak mampu mengelak.

"Pilihan untuk mencopot ban kapten dari lengan Icardi adalah hal yang sulit dan memilukan, tapi seluruhnya telah disepakati elemen klub dan langkah ini ditempuh demi kebaikan Inter," ungkap Spaletti seperti dilansir BBC Sport.

Icardi disebut-sebut tidak puas dengan keputusan tersebut. Ia lantas menolak untuk bergabung dengan skuat Inter yang bakal berlaga menghadapi Rapid Vienna di 32 besar Liga Eropa pada Jumat (15/2/2019) dini hari waktu Indonesia.

"Dia [Icardi] dipanggil untuk memperkuat klub melawan Vienna, tapi tidak mau bergabung. Hal-hal di sekitarnya sedang mengganggunya dan tim. Untuk saat ini, kami [tim] hanya ingin fokus pada pertandingan," kata Spaletti.

Sulit di Dalam dan Luar Lapangan


Absennya Icardi diyakini tak akan mempermudah tugas Inter. Namun, ketidakhadiran penggawa asal Argentina itu juga dipercaya tidak akan merugikan tim secara signifikan. Pasalnya, tak cuma di luar lapangan, di dalam lapangan performa Icardi sedang terjun bebas.

Di Liga Italia musim ini misal. Hingga pekan ke-23 Icardi--yang tercatat sudah 20 kali bermain--baru menorehkan delapan gol. Bandingkan dengan musim lalu: ketika ia sudah bisa menyumbang 18 gol sampai pekan yang sama.

Saat ini, Icardi juga sedang dalam puasa gol panjang. Ia memang mencetak gol saat Inter menghadapi Lazio dan Benevento Calcio dalam laga Copa Italia, Januari lalu. Namun, kedua gol tersebut sama-sama hanya terjadi lewat eksekusi tendangan penalti.

Jika yang dihitung adalah gol dari open play, sejak tahun 2019 bergulir Icardi belum membikin satu pun. Kali terakhir Icardi mencetak gol dari open play adalah pada kemenangan 1-0 Inter atas Udinese, 16 Desember 2018.

Artinya, di Liga Italia, sudah dalam tujuh pertandingan beruntun Icardi tak mampu mencatatkan namanya di papan skor. Catatan ini merupakan puasa gol terpanjang Icardi sepanjang sejarahnya berkostum Inter.


Legenda sepakbola Italia, Alessandro Del Piero, sempat angkat bicara terkait fenomena ini. Menurut bekas pemegang nomor 10 di Juventus ini, sejak awal Inter dan para pemainnya punya masalah akut dalam mengendalikan isu-isu di luar lapangan.

Menurutnya juga, para pemain Inter, termasuk Icardi, harus belajar cara bersikap di depan media. Mereka harus belajar memilah apa-apa saja yang layak dibuka ke publik dan apa yang tidak. Pasalnya, tingkah yang salah akan menimbulkan respons yang dapat mempengaruhi fokus seorang pemain di atas lapangan.

"Hal-hal seperti ini [terkait pemain] tidak bisa selalu menghiasi surat kabar, semua harus diatur klub dengan cara lain, terutama di ruang ganti. Jangan saling melempar argumen tentang yang lain di surat kabar," kata Del Piero.

Sejak awal, Icardi memang lebih banyak mendapat sorotan di luar lapangan, terutama terkait spekulasi seputar masa depannya. Di tengah proses negosiasi perpanjangan kontrak, dia sempat diisukan bakal berlabuh ke sejumlah klub besar, mulai dari Chelsea, Juventus, hingga Real Madrid.

Kontrak Icardi di Inter sendiri masih tersisa sampai 2021. Sampai detik ini belum ada kejelasan bakal diperpanjang atau tidak. Namun, jika situasi di tim saat ini tak berubah, bukan tidak mungkin ia bakal angkat koper dari Giuseppe Meazza pada musim panas mendatang.

Baca juga artikel terkait LIGA EUROPA atau tulisan menarik lainnya Herdanang Ahmad Fauzan
(tirto.id - Olahraga)


Penulis: Herdanang Ahmad Fauzan
Editor: Rio Apinino