Menuju konten utama

Hansaplast Luncurkan Spray Plaster di First Aid Conference 2026

Hansaplast memperkenalkan Hansaplast Spray Plaster, produk inovasi spray plaster pertama di Indonesia untuk perlindungan luka yang cepat dan praktis.

Hansaplast Luncurkan Spray Plaster di First Aid Conference 2026
Hansaplast Spray Plaster Inovasi Pertama dan Satu-Satunya di Indonesia. FOTO/Dok. Hansaplast
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Hansaplast sebagai merek perawatan luka No.1 yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia kembali menghadirkan produk terbarunya, Hansaplast Spray Plaster, di Hansaplast First Aid Conference (FAC) 2026. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Hansaplast untuk meningkatkan edukasi wound care.

Mengusung tema “Complete Wound Care: Comprehensive Management of Acute Wounds and Scar Therapy,” FAC 2026 mempertemukan tenaga kesehatan, khususnya apoteker, dalam rangkaian sesi edukasi, diskusi bersama para ahli, dan pengalaman interaktif seputar wound care.

Hansaplast Spray Plaster, inovasi spray plaster pertama dan satu-satunya di Indonesia yang dirancang untuk memberikan perlindungan luka secara cepat dan praktis. Dengan format aerosol spray, produk dapat langsung disemprotkan pada area luka dan membentuk lapisan pelindung yang tidak terlihat, memberikan fleksibilitas bagi konsumen untuk tetap beraktivitas tanpa merasa seperti menggunakan plester.

Inovasi Baru untuk Perlindungan Luka yang Praktis

Hansaplast Spray Plaster hadir sebagai solusi untuk kebutuhan perlindungan luka yang lebih praktis, terutama bagi masyarakat dengan mobilitas tinggi. Berbeda dari plester konvensional, produk ini diaplikasikan dengan cara disemprotkan langsung pada luka, termasuk pada area yang sulit dijangkau, kemudian mengering dan membentuk lapisan pelindung yang fleksibel dan tidak terlihat.

Teknologi tersebut membantu melindungi luka dari air dan kotoran, sekaligus memungkinkan kulit untuk tetap bernapas. Kandungan Ethyl Cellulose berperan dalam membentuk lapisan pelindung yang tahan air, sementara Glycerin dan Castor Oil membantu menjaga fleksibilitas lapisan tersebut. Dengan proses aplikasi yang mudah dan cepat kering, Hansaplast Spray Plaster dirancang untuk memberikan perlindungan tanpa mengganggu kebebasan bergerak.

Produk ini sesuai digunakan untuk luka akut dan luka superfisial seperti goresan, lecet, luka kecil, maupun luka ringan yang umum terjadi saat berolahraga atau melakukan aktivitas di luar ruangan. Kehadiran Hansaplast Spray Plaster juga menjadi bagian dari upaya Hansaplast untuk menjangkau konsumen yang selama ini mungkin memilih untuk tidak menggunakan plester karena merasa kurang nyaman atau aktivitas mereka dapat terganggu.

Vivilya Lukman, Business Unit Health Care Director Beiersdorf, mengatakan, “Kami ingin menciptakan inovasi yang bisa membuat kehidupan sehari-hari menjadi lebih mudah, sekaligus memberikan perlindungan yang dibutuhkan. Dengan adanya Hansaplast Spray Plaster, kami menghadirkan cara baru untuk melindungi luka yang cepat, praktis, dan hampir tidak terlihat. Namun lebih dari itu, pengetahuan yang tepat juga menjadi bagian penting dari perawatan luka. Karena itu, kami terus memperkuat kerja sama dengan para apoteker dan mitra kami untuk membawa edukasi wound care lebih dekat kepada masyarakat di seluruh Indonesia.”

Memperkuat Peran Apoteker di Edukasi Wound Care

Dalam FAC 2026, Hansaplast tidak hanya menghadirkan inovasi produk, tetapi juga terus memperkuat peran tenaga kesehatan, khususnya apoteker, sebagai sumber informasi yang terpercaya bagi masyarakat. Sebagai salah satu pihak yang kerap menjadi tempat pertama masyarakat berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan ringan, apoteker memiliki peran penting dalam membantu masyarakat memahami cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka dengan tepat.

Hal ini diwujudkan melalui rangkaian sesi edukasi, diskusi bersama para ahli, serta wound-care workshop yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk memperbarui pengetahuan dan mendapatkan pengalaman langsung mengenai pengelolaan luka. Salah satu sesi yang dihadirkan adalah “Modern Wound Care Workshop Through Digital Communication: Empowering Pharmacists as Trusted Health Educators,” yang membahas bagaimana apoteker dapat memperluas edukasi wound care melalui komunikasi digital.

Hansaplast ingin mendorong makin banyak tenaga kesehatan untuk tidak hanya memberikan solusi perawatan luka, tetapi juga membekali masyarakat dengan pengetahuan yang tepat sehingga mereka dapat mengambil langkah yang sesuai ketika mengalami luka.

Dr. apt. Lusy Noviani, M.M., mengatakan, “Perawatan luka yang tepat tidak berhenti pada bagaimana luka bisa sembuh, tetapi juga perlu memperhatikan bagaimana kita melindungi luka sejak awal dan merawat bekas luka dengan baik. Karena itu, penting bagi tenaga kesehatan, khususnya apoteker, untuk memiliki pemahaman yang menyeluruh mengenai perawatan luka dan dapat menyampaikan informasi tersebut dengan cara yang mudah dipahami masyarakat. Melalui FAC 2026, kami ingin terus mendorong edukasi yang tepat agar masyarakat semakin memahami pentingnya memilih dan menggunakan solusi perawatan luka sesuai kebutuhannya.”

Memperluas Dampak Edukasi melalui Kolaborasi dengan Kimia Farma dan Grab

Komitmen Hansaplast terhadap edukasi perawatan luka juga diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra untuk membawa informasi mengenai perawatan luka lebih dekat kepada masyarakat. Bersama Kimia Farma, Hansaplast menjalankan program Tanya Luka melalui jaringan apotek dan tenaga kefarmasian, yang memberikan edukasi serta konsultasi mengenai cara membersihkan, melindungi, dan merawat luka dengan tepat.

Kolaborasi tersebut mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka dengan jumlah peserta terbanyak, sekaligus memperkuat peran tenaga kefarmasian sebagai sumber informasi kesehatan yang dapat dipercaya masyarakat.

Selain itu, Hansaplast juga memperluas edukasi pertolongan pertama melalui Hansaplast Siaga Squad, bekerja sama dengan Grab untuk memberikan edukasi dasar mengenai pertolongan pertama dan perawatan luka kepada para mitra pengemudi. Inisiatif ini membekali para mitra dengan pengetahuan dan keterampilan dasar yang dapat digunakan untuk menangani luka ringan, baik untuk diri sendiri maupun membantu orang lain.

Kolaborasi Hansaplast dan Grab tersebut juga mendapatkan rekognisi MURI atas edukasi perawatan luka kepada mitra pengemudi dengan jumlah peserta terbanyak. Kedua kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya Hansaplast membangun ekosistem edukasi yang melibatkan tenaga kefarmasian serta komunitas dengan mobilitas tinggi, sehingga pengetahuan mengenai perawatan luka dapat menjangkau lebih banyak masyarakat di Indonesia.

Melalui peluncuran Hansaplast Spray Plaster dan berbagai inisiatif edukasinya, Hansaplast berharap dapat membantu masyarakat mendapatkan perlindungan luka yang makin mudah, praktis, dan sesuai dengan gaya hidup yang aktif, sehingga luka ringan tidak perlu menjadi alasan untuk berhenti bergerak dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Penulis: Tim Media Servis