Menuju konten utama

Gunung Marapi Kembali Erupsi Diiringi Bunyi Dentuman Keras

Gunung Marapi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi diiringi suara dentuman keras yang jelas didengar warga.

Gunung Marapi Kembali Erupsi Diiringi Bunyi Dentuman Keras
Seorang pelajar melintas dengan latar Gunung Marapi mengeluarkan abu vulkanik, dari Talao Mundam, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat, Kamis (12/1/2023). Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, mencatat Gunung Marapi telah erupsi sebanyak 127 kali, sejak Sabtu (7/1/2023), dengan lontaran abu setinggi 800 meter. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/nz

tirto.id - Gunung Marapi Sumatera Barat kembali mengalami erupsi diiringi suara dentuman keras yang jelas didengar warga di daerah Kabupaten Agam hingga Kota Bukittinggi pada pukul 06.03 WIB, Sabtu (30/12/2023). Demikian dikutip dari Antara.

"Seperti suara bom, hanya sekali, berdentum keras sampai anak-anak terbangun terperanjat dari tidurnya. Tidak ada goyangan seperti gempa, hanya dentuman yang sangat jelas terdengar mengagetkan," kata seorang warga Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam, Widia (35).

Widia mengatakan, saat dentuman keras ia langsung melihat ke arah Marapi dari arah Kecamatan Sungai Puar.

"Juga terlihat letusan Marapi dengan asap hitam pekat membumbung tinggi," kata Wali Nagari atau Kepala Desa Bukit Batabuah, Firdaus.

Kecamatan Ampek Angkek, Kecamatan Sungai Puar dan Kecamatan Candung menjadi daerah terdekat di Kabupaten Agam dari puncak Gunung Marapi. Sementara dari arah Kota Bukittinggi, letusan Gunung Marapi tidak teramati dengan kondisi kabut tebal saat dentuman terjadi.

Petugas pengamat gunung api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, menyebutkan dalam catatan resminya Gunung Marapi meletus pada jam 06.03 WIB namun tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi sementara ini 56 detik.

"Terdengar suara dentuman, erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat. Marapi berada pada Status Level II (waspada) dengan rekomendasi warga menjauhi kawasan di radius tiga kilometer dari puncak," kata Teguh.

"Masyarakat yang bermukim di sekitar lembah aliran sungai yang berhulu di puncak Marapi diimbau agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya lahar yang dapat terjadi," tambahnya.

Petugas PGA juga mencatat terjadi 134 letusan dan 534 hembusan sejak Marapi erupsi pertama kali mengalami erupsi pada Minggu (3/12/2023) lalu.

Aktivitas Marapi mengalami siklus naik turun sepanjang Desember ini dengan menimbulkan korban jiwa 24 orang dari kalangan pendaki gunung yang terjebak saat Marapi mengalami erupsi.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG MARAPI

tirto.id - Sosial budaya
Sumber: Antara
Editor: Anggun P Situmorang