Menuju konten utama
Debat Pilkada DKI Jakarta 2017

Gaya Ahok Melerai Anies dan Sylvi

Di tengah sesi tanya jawab Anies 'membalas' serangan Ahok soal peringkat Kemendikbud. Dia menyebut Kemendikbud di peringkat ke-22 bukan saat era kepemimpinannya.

Gaya Ahok Melerai Anies dan Sylvi
Basuki Tjahaja Purnama memaparkan visi dan misi saat Debat Pilgub DKI 2017, Jakarta, Jumat, (27/1). Tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Di tengah sesi tanya jawab Anies 'membalas' serangan Ahok soal peringkat Kemendikbud. Dia menyebut Kemendikbud di peringkat ke-22 bukan saat era kepemimpinannya. Dalam sesi ini, Ahok juga sigap merentangkan tangan seperti melerai Sylvi dan Anies untuk memisahkan keduanya. Aksi ini disambut gelak tawa para hadirin yang hadir dan mencarikan suasana.

"Kemdikbud rangking 22, beliau katakan data yang keliru, saya koreksi. Itu sebelum saya bertugas. Setelah saya bertugas, jadi peringkat 9," ucap Anies dalam Debat Cagub Pilgub DKI Jakarta 2017 I, Jakarta, Jumat (27/1/2017).

Sebelumnya, Ahok memberi 'serangan balasan' ke Anies ketika disinggung soal KJP. Dia membandingkan prestasi Pemprov DKI dan Kemendikbud saat dipimpin Anies.

"Kami juara 16 kata Ombudsman. Kalau Pak Anies, peringkat 22 dari 22 kementeriannya," ucap Ahok.

Selain itu, ada momen yang memancing tawa para hadirin yang datang di tengah debat. Sylvi sedang mengajukan pertanyaan ke Anies-Sandi. Ia menyinggung soal RT dan RW yang tidak dilibatkan.

Sebelum Sylvi mengajukan pertanyaan, waktu ternyata sudah habis. "Ini penjelasannya panjang tapi pertanyaannya enggak keluar," kata Anies.

Anies menghampiri Sylvi untuk mendengar kelanjutan pertanyaan Sylvi. Pasangan calon nomor 2 Ahok-Djarot lalu berdiri untuk menghentikan interaksi keduanya.

Ahok sigap merentangkan tangan seperti melerai Sylvi dan Anies untuk memisahkan keduanya. Aksi ini disambut gelak tawa para hadirin yang hadir dan mencarikan suasana.

Baca juga artikel terkait AHOK-DJAROT atau tulisan lainnya dari Maya Saputri

tirto.id - Politik
Reporter: Maya Saputri
Penulis: Maya Saputri
Editor: Maya Saputri