Filter AC Mobil Kotor, Penyakit Kau Isap

Oleh: Yudistira Perdana Imandiar - 13 September 2018
Dibaca Normal 2 menit
Filter AC yang kotor bisa menjadi sarang bakteri yang berbahaya untuk kesehatan pengendara, juga masalah teknis.
tirto.id - Pada musim kemarau di kota besar seperti Jakarta suhu udara bisa mencapai 33-34 derajat celsius, bagi pengendara roda empat, peranti air conditioner (AC) bakal sangat menolong. Semburan udara sejuk dari lubang AC menggusur kegerahan hebat di dalam kabin mobil. Namun, bila komponen vital seperti AC tidak dirawat dengan baik malah bisa menjadi sumber masalah teknis dan kesehatan.

Hembusan angin sejuk dari kisi-kisi AC di kabin mobil merupakan produk olahan udara panas kabin yang didinginkan dalam evaporator, memanfaatkan zat pendingin bernama freon. Setelah dingin, udara dialirkan kembali ke dalam kabin bersama tiupan dari blower.

Udara yang mengalir menuju evaporator rentan terkontaminasi berbagai kotoran, sehingga biasanya dipasang filter blower buat menyaring hawa dari dan ke dalam kabin mobil. Kondisi yang paling jamak terjadi manakala filter AC sudah kotor, sehingga semburan angin dari kisi AC dihinggapi bau tidak sedap.

Persoalan bisa menjadi lebih pelik apabila filter tidak bisa menyaring dengan efektif, sehingga kotoran bisa menyelinap dan menutupi celah-celah di tubuh evaporator. Dalam kondisi demikian, proses pendinginan bakal terganggu karena sirkulasi udara menuju dan keluar evaporator tersumbat. Walhasil hawa yang dihasilkan pun kurang dingin maksimal.

Kotoran yang menempel di filter blower dan evaporator tidak hanya memunculkan perkara teknis. Filter udara yang cemar dapat menjadi sarang berkembang biak buat berbagai jenis bakteri.



Penelitian yang dihimpun oleh London Metropolitan University bersama Kwik Fix—perusahaan pemilik gerai penyelenggara inspeksi kondisi kendaraan di Inggris (MOT) memaparkan jenis bakteri yang kerap bersemayam di filter AC dan risiko penyakit yang ditimbulkan. Express, dalam ulasannya berjudul Your car’s air conditioning could damaging your health, here's why mengungkap tim peneliti melakukan observasi terhadap 15 filter AC dari jenis mobil berbeda.

Seluruh filter yang menjadi sampel dideteksi terkontaminasi mikroorganisme. Adapun jenis mikroorganisme yang paling banyak ditemukan, yakni bakteri bacillus licheniformis. Ada pula bakteri bacillus subtilis dan bacillus yang hinggap di filter AC mobil-mobil tersebut.


Bakteri tersebut dapat menjadi sumber penyakit, seperti meningitis, infeksi saluran kemih, dan infeksi sendi. Beragam mikroorganisme itu sangat mudah menyusup ke tubuh setiap penumpang mobil dan menyebabkan masalah kesehatan, apalagi untuk orang-orang yang imun tubuhnya sedang lemah.

“Beberapa bakteri berhubungan (terkandung) di hewan, saluran pencernaan manusia, dan beberapa merupakan penyebab infeksi berbahaya yang bisa membahayakan (kesehatan) seseorang, khususnya yang punya masalah dengan sistem imun,” jelas Dr Paul Matewele, dosen senior London Metropolitan University yang terjun dalam penelitian tersebut, seperti dikutip Express.

“Penelitian ini menegaskan bahwa sistem air conditioning merupakan tempat yang cocok untuk perkembangbiakan bakteri dan karena itu (kami) menggarisbawahi pentingnya membersihkan dan mengganti filter (AC),” saran Paul.

Direktur Komunikasi Kwik Fit Roger Griggs menimpali, supaya bakteri tidak merajalela, pemilik mobil harus disiplin melakukan pemeriksaan dan membersihkan sistem AC. “Kami merekomendasikan semua pengendara (mobil) melakukan perawatan air conditioning setidaknya sekali setiap dua tahun untuk menghilangkan kontaminasi dan membunuh bakteri,” kata Roger.

Pabrikan mobil pun menganjurkan perawatan AC secara berkala untuk mempertahankan kualitas pendinginan. “Untuk AC itu (lakukan) penggantian filter kabin setiap 20 ribu (kilometer),” kata Sugianto, Aftersales and Technical Training PT Sokonindo Automobile—agen pemegang merek (APM) DFSK.


Infografik Bahaya AC Mobil Yang Kotor


Mitos Soal AC Mobil


Komponen AC merupakan bagian pendukung kendaraan roda empat yang penting dan menjadi perhatian pengendara. Beberapa waktu lalu ada rumor soal bahaya menyalakan AC sesaat setelah masuk ke dalam mobil. Informasi yang tersebar melalui media sosial dan siaran di aplikasi chatting itu mengatakan, ketika mobil diparkir dengan kaca tertutup, material dashboard, jok, sampai pengharum udara bisa menghasilkan senyawa Benzene sebesar 400-2.400 Mg.

Manakala AC dinyalakan, senyawa tersebut akan menyebar di ruang kabin dan bisa menimbulkan risiko anemia, penurunan sel darah putih yang nantinya berakibat pada penyakit kanker jika dihirup manusia. Karena itu, kaca mobil harus dibuka terlebih dahulu untuk mengeluarkan zat beracun itu.

Namun, berdasarkan penelusuran terhadap penelitian soal korelasi antara senyawa Benzene dari material interior mobil dengan risiko kanker, situs berita fact check Snope menyatakan informasi tersebut ialah kabar bohong. Tidak satupun literasi yang menuntun pada kebenaran akan informasi tersebut.


Dalam kajian ilmiah bertajuk “Actual commuter exposure to methyl-tertiary butyl ether, benzene and toluene while traveling in Korean urban areas” yang disusun Jin-Woo Lee dan Wan-Kuen Jo terbitan jurnal Science of The Total Environtment, terungkap senyawa benzene dihasilkan dari bahan bakar yang digunakan sebuah kendaraan bermotor, bukan dari material seperti dashboard, jok kendaraan. Kajian lain di Jerman menyatakan tidak ada bahaya yang mengancam kesehatan ketika menghirup udara di dalam kabin mobil setelah diparkir dengan keadaan kaca tertutup.

Namun, dianjurkan, membuka kaca mobil dapat dilakukan untuk membuang hawa panas dalam kabin setelah mobil terpapar sinar matahari saat diparkir. Setelah udara panas keluar, pendinginan dari AC bisa berlangsung optimal.

"Saat masuk mobil yang diparkir di luar, tentu rasanya panas. Maka buka kacanya lalu menghidupkan AC. Bukan karena racun, tapi untuk mengeluarkan hawa panas supaya mobil cepat dingin," kata Bobby Putra, Teknisi bengkel Jaya AC—spesialis perawatan AC mobil, dilansir Antara.

Baca juga artikel terkait MOBIL atau tulisan menarik lainnya Yudistira Perdana Imandiar
(tirto.id - Otomotif)


Penulis: Yudistira Perdana Imandiar
Editor: Suhendra