Menuju konten utama

Enggan Tarik Commitment Fee Rp560 M Formula E, Jakpro: Untuk 2022

Jakpro tidak menarik commitment fee Formula E sebesar Rp560 miliar dari Formula E lantaran tidak ingin membatalkan gelaran mobil listrik tersebut.

Enggan Tarik Commitment Fee Rp560 M Formula E, Jakpro: Untuk 2022
Ilustrasi HL Indepth Formula E. tirto.id/Lugas

tirto.id - Project Director Sportainment PT Jakarta Propertindo (Perseroda) M. Maulana mengatakan alasan pihaknya tidak menarik commitment fee Formula E sebesar Rp560 miliar dari Formula E Operation (FEO) lantaran tidak ingin membatalkan gelaran mobil listrik tersebut di Ibu Kota.

"Kami tidak mau membatalkan Formula E di Jakarta, hanya menunda saja. Karena itu, commitment fee yang sudah dibayarkan akan digunakan untuk pelaksanaan event ini 2022 nanti," kata Maulana melalui keterangan video, Selasa (23/3/2021).

Menurutnya, commitment fee merupakan suatu hal yang lazim dibayarkan oleh kota yang bakal menjadi tuan rumah kejuaraan internasional. Dia mencontohkan commitment fee untuk ajang Formula 1 biasanya sekitar 30,6 juta dollar US (sekitar Rp418 miliar) untuk Eropa, dan sekitar 40 juta dollar US (sekitar Rp547 miliar) untuk luar Eropa.

“Commitment fee untuk Formula E akan dikembalikan ke Jakarta berupa pembiayaan logistik acara, biaya penginapan para pembalap, dan timnya yang jumlahnya hampir 2.000 orang,” ucapnya.

Selain itu, kata Maulana, peruntukan uang setoran ini juga untuk pembuatan tribun acara, hadiah bagi para pemenang, biaya sertifikasi event ini agar sesuai dengan standar Internasional, termasuk juga airtime Televisi Internasional yang menyiarkan kegiatan ini secara langsung.

“Di mana wajah Jakarta akan tampil di dalamnya dan menjadi sorotan dunia,” ujarnya.

Sementara Bank Garansi senilai 22 juta poundsterling Inggris atau setara Rp423 miliar dibutuhkan seperti halnya deposit pada suatu event atau perjanjian kerjasama.

"Dana bank garansi itu tidak akan hilang, saat ini bank garansi yang sebelumnya sudah kita bayarkan sudah kembali ke kita," tuturnya.

Dirinya mengklaim persiapan penyelenggaraan Formula E di tahun 2022 jauh lebih mudah, karena sudah disiapkan sejak dua tahun sebelumnya. "Saat ini sedang dilakukan diskusi dengan pihak swasta untuk berkolaborasi dalam penyelenggaraan Formula E 2022 di Jakarta," imbuhnya.

Maulana menuturkan penyelenggaraan Formula E akan tetap menguntungkan dari berbagai aspek setelah pandemi COVID-19 ini. Ada keuntungan materil dan ada keuntungan immateril.

Secara materil, penyelenggaraan event Jakarta Eprix 2022 akan menjadi salah satu trigger/pemicu bangkitnya kembali ekonomi Jakarta dan Indonesia yang terpuruk akibat pandemi global COVID 19. Akan banyak orang dari dalam dan luar negeri yang datang ke Jakarta, berbelanja di Jakarta, dan menginap di Jakarta.

"Bayangkan, jutaan orang akan menikmati perhelatan ini, termasuk warga negara dunia lainnya yang menonton melalui siaran televisi internasional. Formula E akan sangat menguntungkan bagi Jakarta dan warganya," pungkasnya.

Baca juga artikel terkait FORMULA E atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Olahraga
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Restu Diantina Putri