Diego Simeone Berharap Tuah San Siro

Oleh: Akhmad Muawal Hasan - 24 Mei 2016
Dibaca Normal 1 menit
Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone, berharap tuah dari Stadion San Siro di Milan, Italia, saat menghadapi Real Madrid dalam laga final Liga Champions 2016 mendatang. Juru taktik asal Argentina itu memang pernah cukup lama berkiprah di Italia semasa masih menjadi pemain.
tirto.id - Diego Simeone, pelatih Atletico Madrid, berharap energi positif di Stadion San Siro, Milan, Italia, akan menular ke timnya kala Sabtu (28/5/2016) besok berlaga melawan Real Madrid dalam laga final Liga Champions. Simeone, yang pernah cukup lama berkiprah di Italia termasuk bersama Inter Milan, menyebut bahwa San Siro benar-benar menyimpan tuah sepakbola.

“Saya senang tampil di final yang digelar di San Siro. Di sana tersimpan tuah sepak bola sejati. Sebuah stadion yang luar biasa hebat, dan para pemain menanti atmosfer di sana. Saya pernah bermain di sana, sehingga saya tahu dan saya bisa merasakan atmosfer di sana. Saya berharap ada energi positif bagi Atletico untuk menghadapi siapa pun lawannya,” kata Simone kepada Premium Sport.

Untuk kedua kalinya dalam tiga tahun, kedua tim yang menjadi musuh bebuyutan di ibukota Spanyol itu akan bertemu di final Liga Champions. Duel dua tim yang berasal dari satu negara di turnamen antar klub paling bergengsi di Benua Biru itu bukanlah yang pertama. Setidaknya sudah terjadi lima kali pertemuan dua klub senegara di laga puncak Liga Champions.

Dilansir dari laman resmi UEFA, di tahun 1999/2000 laga final Liga Champions mempertemukan Real Madrid dengan Valencia. Laga dua klub asal Spanyol itu berhasil dimenangkan El Real dengan skor telak 3-0, sehingga Raul Gonzales dan kawan-kawan mampu mengamankan trofi kedelapan di final ke-11-nya.

Final senegara kedua terjadi di musim 2002/2003 saat AC Milan berjumpa dengan Juventus, di mana AC Milan sukses memenangi adu pinalti karena skor pertandingan berakhir imbang 0-0. Di musim 2007/2008, giliran kedua wakil asal Britania Raya, Manchester United dan Chelsea, yang bertemu di final. MU menang adu pinalti 6-5 setelah di laga 2x45 menit plus perpanjangan waktu itu berakhir imbang 1-1.

Final senegara keempat terjadi di final Liga Champions musim 2012/2013 dimana dua wakil Jerman, Bayer Munchen dan Borussia Dortmund, sukses mendominasi kompetisi. Munchen merebut kemenangan dengan skor 2-1. Sedangkan final senegara terakhir terjadi di musim 2013/2014 dimana Real Madrid dan Atletico berjumpa untuk pertama kalinya. Kala itu, Los Blancos sukses merebut titel juara dengan skor 4-1. (ANT)

Baca juga artikel terkait LIGA CHAMPIONS atau tulisan menarik lainnya Akhmad Muawal Hasan
(tirto.id - Olahraga)

Sumber: Antara
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Iswara N Raditya