Dialog Lintas Iman Untuk Moderasi Beragama

Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf memberikan pemaparan saat ‘Dialog Lintas Iman Untuk Moderasi Beragama’ di Jakarta, Kamis (26/12/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Addin Jauharudin (kiri), memberikan buku kepada Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (dua kanan), Budayawan Franz Magniz Suseno (kanan) dan Mantan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo (kanan), berbincang usai membuka ‘Dialog Lintas Iman Untuk Moderasi Beragama’ di Jakarta, Kamis (26/12/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (dua kanan), bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Addin Jauharudin (kiri), Budayawan Franz Magniz Suseno (kanan) dan Mantan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo (kanan), berbincang usai membuka ‘Dialog Lintas Iman Untuk Moderasi Beragama’ di Jakarta, Kamis (26/12/2019). tirto.id/Andrey Gromico
Dialog Lintas Iman Untuk Moderasi Beragama’
26 Desember 2019
Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf (dua kanan), bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Addin Jauharudin (kiri), Budayawan Franz Magniz Suseno (kanan) dan Mantan Direktur Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri, Soedarmo (kanan), menjadi pembicara dalam ‘Dialog Lintas Iman Untuk Moderasi Beragama’ di Jakarta, Kamis (26/12/2019). Dialog ini diangkat oleh DPP KNPI mengingat masih hangatnya perbincangan radikalisme setelah beberapa kasus yang terjadi di Indonesia dan juga manca negara. tirto.id/Andrey Gromico

DarkLight