Menuju konten utama

Demo Mengecam Trump Soal Yerusalem Dijaga Ratusan Polri dan TNI

Akibat adanya aksi ini, akses dari Jalan Medan Merdeka Timur ke Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pun ditutup.

Demo Mengecam Trump Soal Yerusalem Dijaga Ratusan Polri dan TNI
Peserta demo protes kebijakan Presiden AS Donal Trumph meneriakan protes di depan Kedutaaan Besar Amerika di Indonesia, Jakarta, Jumat (8/12/2017). tirto.id/Arimacs Wilander

tirto.id - Unjuk rasa untuk mengecam kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Senin (11/12/2017) dijaga oleh ratusan anggota Polri dan TNI tanpa senjata. Aksi protes yang dilakukan Front Pembela Islam (FPI) ini terkait keputusan Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Ratusan Polri dan TNI itu menyebar di berbagai penjuru di lokasi untuk mengamankan aksi tersebut.

Mereka memasang kawat pagar di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai pembatas antara demonstran dengan gedung Kedutaan Besar Amerika Serikat.

Akibat aksi tersebut, akses dari Jalan Medan Merdeka Timur ke Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta pun ditutup. Pengendara yang biasa melewati Jalan Medan Merdeka Selatan harus mengambil jalur lain.

Selain Polri dan TNI, Satpol PP dan Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta ikut berjaga-jaga di sekitar lokasi unjuk rasa.

Sejumlah pelajar sekolah menengah juga hadir dan bahkan ada beberapa pendemo yang membawa anak-anak.

Beberapa elemen organisasi Islam seperti Persatuan Islam, Jamaah Ansharusy, Syariah, dan Laskar Pembela Islam mengikuti unjuk rasa ini.

Sejumlah pemimpin organisasi menyampaikan orasinya di atas mobil komando yang ditempatkan di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat itu.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel dan juga memerintahkan dimulainya pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke kota bersejarah tersebut. Dua hal itu disampaikan Trump pada Rabu (6/12/2017) waktu AS atau Kamis (7/12/2017) WIB.

Menurut Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada Minggu (10/12/2017) waktu setempat, keputusan Presiden AS Donald Trump untuk mengakui Yerusalem karena ibu kota Israel mungkin akan menghalangi proses kesepakatan damai Israel-Palestina.

Aksi protes yanng berakhir bentrok telah terjadi di seluruh wilayah sejak Trump mengumumkan kebijakan baru tersebut pada Rabu (6/12/2017). Dua orang Palestina di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas tewas dalam bentrokan pada Jumat (8/12/2017). Dua lainnya tewas dalam serangan udara Israel sebagai pembalasan atas roket yang dikeluarkan dari daerah kantong Palestina.

Baca juga artikel terkait YERUSALEM

tirto.id - Politik
Sumber: antara
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Dipna Videlia Putsanra