Menuju konten utama

Cina Resmikan Jalur Komunikasi Anti-Retas Sepanjang 2.000 Km

Jalur komunikasi kuantum yang menghubungkan Beijing, Jinan, Hefei, hingga Shanghai itu termasuk yang pertama dioperasikan di dunia.

Cina Resmikan Jalur Komunikasi Anti-Retas Sepanjang 2.000 Km
Ilustrasi tangan memegang smartphone di depan bendera Cina. Getty Images/iStockphoto

tirto.id - Pemerintah Cina resmi membuka jalur komunikasi sepanjang 2.000 kilometer yang aman dari peretasan, pencegatan, dan perusakan informasi pada Sabtu (30/9/2017). Jalur komunikasi jenis kuantum yang menghubungkan Beijing, Jinan, Hefei, hingga Shanghai itu termasuk yang pertama dioperasikan di dunia.

Menurut siaran Kantor Berita Xinhua, jalur kuantum tersebut akan terhubung dengan satelit kuantum pertama di dunia yang telah diluncurkan oleh China pada Agustus tahun lalu di Beijing.

Kepala Akademi Ilmu Pengetahuan China Bai Chunli sukses berkomunikasi dengan beberapa stafnya di Hefei, Jinan, Shanghai, dan Xinjiang melalui jalur tersebut pada Jumat (29/9/2017). Dia juga bercakap menggunakan fasilitas panggilan video dengan ahli fisika kuantum dari Austria, Anton Zeilinger, melalui jalur satelit itu.

Program peluncuran satelit kuantum telah menjadi prioritas Presiden Xi Jinping untuk mendukung pembangunan kekuatan luar angkasa Cina. Tahun lalu satelit Quantum Experiments at Space Scale, atau QUESS, diluncurkan dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Provinsi Gansu yang terletak jauh di bagian barat laut.

Misi dua tahunnya dirancang untuk melakukan komunikasi "anti-retas" dengan mengirimkan sejumlah data yang tak dapat diretas dari luar angkasa ke daratan. Keamanan komunikasi kuantum sangat tinggi karena foton kuantumnya tidak dapat dipisahkan maupun digandakan.

Satelit itu akan memungkinkan komunikasi aman antara Beijing dan Urumqi alias ibu kota wilayah Xinjiang yang rentan konflik. Di tempat itu pemerintah Cina kerap berselisih dengan pemberontak Muslim.

"Satelit yang baru diluncurkan menandai transisi peran Cina, dari pengikut perkembangan teknologi informasi klasik menjadi salah satu pemimpin yang memandu pencapaian masa depan," kata Pan Jianwei, ilmuwan kepala proyek itu mengatakan kepada Xinhua.

Menurut dia, komunikasi kuantum memiliki "prospek yang sangat besar" dalam bidang pertahanan, demikian dilaporkan Antara.

Baca juga artikel terkait CINA atau tulisan lainnya dari Akhmad Muawal Hasan

tirto.id - Teknologi
Reporter: Akhmad Muawal Hasan
Penulis: Akhmad Muawal Hasan
Editor: Akhmad Muawal Hasan