Cegah Corona, 5 Lembaga Agama Imbau Umat Beribadah dari Rumah

Oleh: Riyan Setiawan - 19 Maret 2020
Dibaca Normal 1 menit
MUI, DMI, PGI, Walubi dan PHDI meminta masing-masing umatnya menjalankan ibadah di rumah agar terhindar dari Corona.
tirto.id - Sejumlah pemuka agama mengimbau kepada seluruh jemaah agar menunda kegiatan di rumah ibadah selama dua minggu ke depan.

Hal itu sesuai kesepakatan dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan guna untuk mencegah penyebaran COVID-19 atau pandemi virus corona di rumah ibadah dan masyarakat.

Ketua MUI Provinsi DKI Jakarta, Munahar Muchtar mengatakan, sesuai fatwa MUI Nomor 14 Tahun 2020 dikarenakan COVID-19 di Indonesia telah meluas dan darurat jemaah agar melaksanakan ibadah di rumah masing-masing.

"Ikhtiar adalah merupakan kewajiban kita maka pemerintah DKI Jakarta berharap kepada kita agar supaya kita aman dan selamat dari keadaan yang saat ini sangat mengkhawatirkan," kata dia di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2020).

Pada waktu yang sama, Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta, Makmun Al Ayyubi, pun mengimbau kepada Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) agar tidak membuat kegiatan yang menghadirkan banyak jemaah, termasuk Salat Jumat.

Ia menuturkan agar kegiatan Salat Jumat dapat digantikan dengan Salat Dzuhur di rumah masing-masing.

"Insyaallah, mudah-mudahan harapan kita semua bahwa kegiatan ibadah kita menjadi sempurna, masyarakat kita pun menjadi terselamatkan," tuturnya.


Ketua Persatuan Gereja Indonesia (PGI) Wilayah DKI Jakarta Manuel Raintung pun mengimbau kepada seluruh umat kristiani untuk menunda kegiatan di rumah ibadahnya sesuai dengan petunjuk dan pedoman yang dilakukan oleh masing-masing pimpinan gereja.

"Kami mohon kerjasamanya dan dukungan doa supaya Jakarta aman dan kita semua mengalami kebahagiaan. Tuhan memberkati kita semua," ucapnya.

Kemudian Keuskupan Agung Jakarta Romo Suyadi mengajak seluruh umat Katolik di DKI Jakarta untuk ambil bagian dalam rangka mengatasi wabah Covid-19 ini dengan menunda kegiatan di rumah ibadah. Ia mengimbau agar seluruh umat dapat beribadah di rumahnya masing-masing.

"Semoga kita semua umat Katolik di Keuskupan Agung Jakarta di Provinsi DKI menjaga diri di rumah jaga kesehatan dan berdoa mohon seruan kepada Tuhan agar semua ini [COVID-19] cepat berlalu. Sehingga aktivitas bersama bisa berjalan dengan baik," tuturnya.

Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) DKI Jakarta Pendeta Liem pun juga mengimbau kepada umat Buddha di seluruh DKI Jakarta agar menunda kegiatan agama di rumah ibadah. Mereka disarankan untuk melakukan ibadah di kediamannya masing-masing sampai meredanya pandemi virus corona.

"Jadi kita akan mengikuti seruan dari Gubernur kita," jelas dia.

Sementara Perwakilan Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) DKI Jakarta, I Nengah Dharma, tak melakukan penundaan untuk umat Hindu yang akan mengikuti Upacara Melasti dan Tawur Agung menjelang Hari Raya Nyepi. PHDI hanya membatasi jumlah umatnya saja.

Dia menerangkan upacara Melasti yang akan digelar di Pura Segara, Cilincing, Jakarta Utara, pada 22 Maret 2020, dibatasi hanya untuk umat Hindu di Jakarta Utara

"Itu hanya sekitar 10 orang, tidak banyak orang dan memang kami betul batasi," kata dia.

PHDI juga membatasi umat Hindu yang akan mengikuti prosesi Tawur Agung yang akan digelar di Pura Aditya Jaya, Rawamangun, Jakarta Timur, pada 24 Maret 2020.

"Ini pun hanya terbatas sekitar 10-15 orang untuk melaksanakan Tawur Agung Kesanga yang kami selenggarakan sampai tengah hari," ucapnya.

Sementara untuk penyelenggaraan Nyepi pada 25 Maret 2020, kata dia, umat Hindu di Jakarta akan berdiam diri di rumah masing-masing.

"Dengan adanya virus yang mewabah begitu luasnya, justru kami akan taat sekali dengan ajaran kami, Sipeng, Nyepi, melaksanakan Brata Penyepian, di rumah saja," jelasnya.



Baca juga artikel terkait WABAH CORONA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Hard News)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali
DarkLight