Cara Menciptakan Lingkungan Belajar Menyenangkan di Rumah

Oleh: Abdul Hadi - 10 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Belajar seharusnya menjadi aktivitas menyenangkan, jangan sampai proses belajar menjadi beban dan terasa membosankan.
tirto.id - Selama pandemi COVID-19, rutinitas belajar yang biasanya dilakukan di sekolah kini terpaksa dilakukan di rumah.

Anak harus membiasakan diri untuk belajar di rumah melalui bimbingan orang tuanya.

Untuk mengefektifkan proses tersebut, lingkungan rumah harus mendukung dan menyenangkan guna menyokong aktivitas belajar.

Dilansir dari laman education.govt.nz, orang tua dapat mendukung anak untuk belajar hal-hal baru, baik yang berasal dari tugas sekolah atau kegiatan baru lainnya.

Belajar juga seharusnya menjadi aktivitas menyenangkan, jangan sampai proses belajar menjadi beban dan terasa membosankan.

Berikut beberapa cara yang dapat diterapkan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang menyenangkan untuk belajar, dilansir dari House Method:

1. Sisihkan satu area di rumah sebagai ruang belajar

Langkah pertama yang sebaiknya dilakukan adalah dengan menetapkan area khusus sebagai ruang belajar. Hal ini menunjukkan bahwa orang tua menghargai nilai dan proses belajar sehingga perlu disisihkan area tersendiri.

Area belajar itu tidak mesti ruang yang luas atau kamar tersendiri, ia dapat berupa meja atau di ruang keluarga yang memang dijadikan sebagai tempat belajar. Area belajar juga harus memiliki pencahayaan yang baik, tidak ramai, dan bebas gangguan.

2. Hindarkan anak dari distraksi

Orang tua juga sebaiknya menjauhkan ruang belajar dari distraksi, seperti terlalu banyak mainan atau barang-barang lain yang membuat area belajar berantakan, tidak rapi, dan tidak nyaman digunakan.

Ruang belajar juga sebaiknya bersih dan nyaman agar anak bisa belajar dengan fokus. Rapikan area belajar agar tertata dengan baik dan tidak berantakan. Ruang yang rapi tentu lebih mendukung konsentrasi daripada yang tak terurus.

3. Jadikan area belajar mudah diakses dan tersedia peralatannya

Beri tahu anak laci atau tempat menyimpan pensil, penghapus, penggaris, spidol, atau alat-alat belajar lainnya. Jika perlu, bukakan tempat atau lacinya agar ia tidak kebingungan mencari kebutuhan belajar yang ia perlukan.

Jika anak membutuhkan gawai atau internet, orang tua sebisanya menyiapkan kebutuhan teknologi tersebut untuk kepentingan belajar jarak jauh (remote learning) dengan guru atau sekolahnya.

4. Buat rutinitas belajar sehari-hari

Dengan menciptakan rutinitas belajar sehari-hari, kebiasaan belajar dapat tertanamkan di rumah. Libatkan anak untuk menyusun sendiri jadwal belajarnya.

Orang tua dapat memandu anak selama proses belajar tersebut. Beri pengertian jika anak masih belum dapat menyesuaikan diri dan bersabar hingga ia dapat terbiasa dengan keadaan seperti ini.

5. Ajak temannya untuk belajar bersama

Laman Colour My Learning menyarankan agar anak tidak bosan dapat mengajak teman sebaya seumurannya untuk belajar bersama. Sesekali orang tua dapat mengatur jadwal dengan orang tua lainnya untuk mengajak anaknya belajar bersama.

Bersama teman sebayanya, anak dapat saling belajar satu sama lain, meminjamkan mainan, menghargai usaha temannya, berkomunikasi, dan belajar keterampilan sosial lainnya.

6. Membereskan area belajar usai digunakan

Penting bagi orang tua untuk menanamkan sikap bertanggung jawab pada anak. Usai belajar, anak sebaiknya merapikan sendiri peralatannya, memasukkan mainannya ke tempatnya masing-masing, dan membersihkan area belajar yang ia gunakan.

Belajar bertanggung jawab dan membereskan sendiri pekerjaannya amat penting bagi anak. Orang tua sebaiknya menanamkan kebiasaan ini sejak dini agar anak terbiasa menyelesaikan hal-hal yang ia mulai dan bertanggung jawab terhadap hasil kerjanya sendiri.


Baca juga artikel terkait ANAK BELAJAR atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Nur Hidayah Perwitasari
DarkLight