Cara Diet Fertilitas Agar Cepat Hamil dan Tingkatkan Kesuburan

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 21 Februari 2020
Dibaca Normal 3 menit
Diet fertilitas dianjurkan bagi perempuan yang menjalani program hami. Diet jenis ini terbukti dapat meningkatkan peluang untuk hamil dan kesuburan.
tirto.id - Mayoritas program diet yang dikenal secara umum berorientasi pada penurunan berat badan. Akan tetapi, ada juga program diet yang memiliki tujuan lain.

Salah satunya adalah diet fertilitas. Diet jenis ini bertujuan mendukung program hamil. Meskipun sifatnya hanya meningkatkan peluang kehamilan, sejumlah hasil studi menunjukkan diet fertilitas dapat mempercepat proses pembuahan.

Diet untuk meningkatkan kesuburan perempuan tersebut berawal dari sebuah riset yang dilakukan pada tahun 1991 dan hasilnya dipublikasikan di jurnal Obstetrics and Gynecology.

Pada tahun 2007, hasil riset itu diterbitkan dalam sebuah buku yang berjudul The Fertility Diet: Groundbreaking Research Reveals Natural Ways to Boost Ovulation & Improve Your Chances of Getting Pregnant.

Dikutip dari laman Health, Profesor nutrisi dan epidemiologi dari Harvard T.H Chan School Public Health, Jorge Chavarro mengatakan diet fertilitas hingga kini masih relevan untuk dilakukan oleh para perempuan yang sedang menjalani program hamil.

Dia menyarankan para perempuan menyusun rencana diet fertilitas dan menjalaninya pada 3 bulan sebelum program hamil. Diet fertilitas juga lebih baik dibarengi konsumsi suplemen dan sejumlah jenis vitamin prenatal.

Diet fertilitas dinilai bisa mendukung program hamil karena di banyak kasus, para perempuan kekurangan nutrisi yang berdampak baik bagi kesuburan dan persiapan untuk mengandung.

Sementara berdasarkan informasi di laman Fertility Center, sejumlah nutrisi yang dibutuhkan oleh perempuan saat menjalani kehamilan ialah asam folat, zat besi, vitamin B, dan vitamin D.


Jadi, dalam praktiknya, diet fertilitas dilakukan dengan membatasi asupan tertentu dan menambah konsumsi sejumlah jenis nutrisi yang bisa mendukung peningkatan kesuburan dan peluang hamil.

Mengutip data di laman Parents, berikut adalah makanan yang disarankan untuk dikonsumsi saat menjalani diet fertilitas.

1. Buah dan sayuran

Sebuah penelitian di Harvard School of Public Health yang melibatkan hampir 19 ribu perempuan, menyimpulkan ada gangguan ovulasi pada mereka yang mengonsumsi lebih banyak lemak trans, karbohidrat dan protein hewani.

Oleh karena itu, konsumsi sejumlah nutrisi yang bisa menganggu pembuahan itu perlu diimbangi dengan banyak buah-buahan dan sayuran segar.

"Semangka, asparagus, serta buah-buahan dan sayuran mentah lainnya, memberi tubuh pasokan glutathione yang penting untuk kualitas sel telur," kata Alisa Vitti, ahli gizi integratif dan penulis Woman Code: Perfect Your Cycle, Amplify Your Fertility, Supercharge Your Sex Drive, and Become a Power Source.

2. Lemak Nabati

Konsumsi lemak nabati yang sehat dalam jumlah sedang disarankan dalam diet fertilitas. Kacang-kacangan, alpukat, minyak zaitun, dan minyak biji anggur dapat mengurangi peradangan di dalam tubuh yang membantu meningkatkan kesuburan dan peluang ovulasi.

"Penelitian telah menunjukkan bahwa mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal dalam bentuk alpukat selama siklus IVF [in fitro vertilization] bisa meningkatkan keberhasilan sebanyak 3,5 kali, berbeda dengan wanita yang tidak mengonsumsi lemak nabati yang baik selama periode itu," kata Vitti.

3. Karbohidrat kompleks

Mengonsumsi karbohidrat kompleks dan membatasi asupan karbohidrat simpleks (nasi putih atau roti) disebut bisa meningkatkan kesuburan. Sebab, tubuh biasa lebih cepat mencerna karbohidrat simpleks dan mengubahnya menjadi gula darah.

Sementara untuk menurunkan lonjakan gula darah, pankreas melepaskan insulin ke aliran darah.
Banyak penelitian telah menyimpulkan bahwa kadar insulin yang tinggi bisa menghambat ovulasi.

Sedangkan karbohidrat baik (kompleks) yang mengandung serat, seperti buah-buahan, sayuran, kacang-kacangan dan biji-bijian, biasanya dicerna secara perlahan oleh tubuh dan memiliki efek yang lebih bertahap pada produksi gula darah dan insulin. Biji-bijian merupakan sumber vitamin B yang baik bagi kesuburan, dan mengandung vitamin E, serta serat.

Untuk sebagian perempuan, terutama mereka yang memiliki kelainan hormonal seperti sindrom ovarium polikistik (PCOS), mengurangi gluten juga disarankan.

"Gluten telah terbukti menciptakan respons inflamasi dalam tubuh, yang mempertinggi protein C-reaktif dan mengirimkan sinyal bahwa ini bukan waktu yang ideal untuk hamil," kata Vitti.

"Itu membuat implantasi lebih sulit dan juga diketahui menghambat ovulasi," tambah dia.

4. Protein

Diet fertilitas perlu dilakukan dengan mengurangi konsumsi protein dari daging merah. Perempuan yang menjalani program kehamilan lebih disarankan untuk mengonsumsi banyak ikan.

Penelitian di Harvard School of Public Health juga menemukan bahwa infertilitas 39 persen lebih mungkin dialami perempuan yang mengonsumsi protein hewani tinggi.


Untuk membantu meningkatkan kesuburan, ada baiknya mengonsumsi protein nabati. Terlebih lagi, protein nabati dari kacang-kacangan dan biji-bijian. Protein nabati hadir dengan lemak sehat dan relatif rendah kalori sekaligus dapat membantu menurunkan berat badan.

Sebuah studi menunjukkan bahwa risiko gangguan ovulasi berkurang setengah ketika 5 persen dari total asupan kalori berasal dari protein nabati.

5. Susu

Mengonsumsi satu atau dua gelas susu sehari atau makanan olahan susu berlemak lainnya, seperti yogurt, disarankan untuk perempuan yang menjalani program kehamilan.

Mereka pun sebaiknya mengurangi konsumsi susu tanpa lemak atau rendah lemak. Asupan tinggi susu rendah lemak terbukti meningkatkan risiko infertilitas.

"Kami menemukan bahwa semakin banyak produk susu rendah lemak dalam diet wanita, semakin banyak kesulitan yang didapatnya untuk hamil," kata Walter Willett, MD, seorang profesor nutrisi dan epidemiologi di Penelitian di Harvard School of Public Health.

4. Kurangi konsumsi gula

Perempuan yang menjalani program kehamilan sebaiknya mengurangi konsumsi gula dan pemanis karena keduanya dapat membuat gula darah melonjak cepat, meningkatkan produksi insulin serta menganggu keseimbangan hormon.

Oleh sebab itu, jika menjalani diet fertilitas, sangat baik untuk mengabaikan permen dan makanan atau minuman manis, termasuk jus buah, minuman energi. Soda manis, bahkan dikaitkan dengan infertilitas. Pemanis buatan juga sangat disarankan untuk dihindari karena dapat memicu respons kortisol yang menghambat ovulasi.


Yang Harus Dihindari Saat Program Kehamilan

Selain mengonsumsi makanan sehat dan sejumlah nutrisi yang mendukung kesuburan, gaya hidup sehat penting untuk mempersiapkan kehamilan.

Dikutip dari Baby Center, ada 3 macam yang harus dihindari dan tidak dikonsumsi saat program kehamilan karena dapat berdampak buruk.

Pertama, alkohol. Sebotol bir atau segelas anggur sesekali mungkin tidak akan memengaruhi peluang untuk hamil. Namun, minum 2 gelas atau lebih minuman beralkohol dalam sehari dapat mengurangi potensi kehamilan.

Alkohol juga dapat membahayakan janin yang sedang berkembang. Selain itu, besar kemungkinan bagi Anda tidak tahu persis kapan berovulasi atau hamil. Jadi sebaiknya, kurangi konsumsi alkohol atau tidak mengonsumsinya sama sekali.

Kedua, fast food. Makanan olahan dan cepat saji (fast food) umumnya mengandung lemak trans tinggi. Lemak trans diyakini memiliki kaitan dengan infertilitas.

Tidak hanya itu, lemak trans pun akan meningkatkan produksi insulin. Kadar insulin yang tinggi menyebabkan banyak gangguan metabolisme yang mempengaruhi ovulasi.

Ketiga, kafein. Beberapa penelitian menemukan konsumsi kafein yang tinggi dalam sehari, dapat mengganggu kesuburan. Oleh sebab itu, perempuan yang menjalani program kehamilan lebih baik tidak mengonsumsi kafein di atas 500 miligram sehari (sekitar lima cangkir kopi 8 ons).

Akan tetapi para ahli umumnya menilai bahwa konsumsi kafein rendah hingga sedang (kurang dari 200 miligram per hari atau dua cangkir kopi 8 ons) seharusnya tidak mempersulit kehamilan.

Sejumlah ahli bahkan menyarankan agar sepenuhnya menghindari kafein kepada perempuan yang mengalami mengalami kesulitan untuk hamil.


Baca juga artikel terkait DIET atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Kesehatan)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Addi M Idhom
DarkLight