Bundesliga Jerman Era Covid-19: Faktor Tuan Rumah yang Memudar

Oleh: Fitra Firdaus - 26 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Sejak restart Bundesliga Jerman dalam pandemi COVID-19, persentase kemenangan tuan rumah dengan kondisi tak mendapat dukungan penonton, hanya di angka 16,7 persen.
tirto.id - Sejak Bundesliga Jerman diputar kembali pada 16 Mei 2020, sudah 18 pertandingan yang digelar dalam dua spieltag. Namun, dalam kondisi stadion tidak diisi penonton, tuan rumah tampak kesulitan meraih 3 angka. Persentase kemenangan tim home sejauh ini hanya 16,7 persen.

Bundesliga adalah salah satu liga dengan jumlah penonton di stadion terbanyak di Eropa. Tim terkuat mereka, Bayern Munchen, memiliki Allianz Arena yang berkapasitas 75.000 penonton. Sepanjang musim 2019/2020, berdasarkan rilis Bundesliga, rata-rata fans yang datang ke stadion itu mencapai 100 persen.

Berikutnya ada Borussia Dortmund. Persentase penonton di Signal Iduna Park yang berkapasitas 81.365 penonton mencapai 99,7 persen. Musim ini, dalam setiap laga BVB terdapat 81.154 orang yang memadati stadion.

Schalke 04 memiliki persentase kursi terjual hingga 98,3 persen. Dengan kapasitas 62.271 penonton di Veltins Arena, rata-rata ada 61.211 pengunjung. Yang terbanyak ketika Schalke terlibat derbi dengan Dortmund. Seluruh kursi terjual habis.

Berdasarkan statistik Marca, sebelum Bundesliga dihentikan karena pandemi virus Corona (COVID-19), total terjadi 224 pertandingan dalam 25 spieltag. dari jumlah laga itu, tim tuan rumah memiliki persentase kemenangan sebesar 43,3 persen. Sementara itu, tim tamu hanya punya 34,8 persen, dan laga seri sebanyak 21,9 persen.

Namun, sejak restart Bundesliga, tercatat hanya ada tiga tuan rumah yang mampu mengamankan tiga poin, persentasenya adalah 16,7 persen. Mereka adalah Borussia Dortmund yang mengalahkan Schalke 4-0, Bayern Munchen yang memukul Eintracht Frankfurt 5-2, dan Hertha Berlin yang membungkam tetangga mereka Union Berlin empat gol tanpa balas.

Sebaliknya, terdapat 10 tim tamu yang berhasil menang dalam 2 spieltag sejak Bundesliga dimulai kembali, persentasenya mencapai 55,6 persen. Mereka adalah Bayer Leverkusen (2 kali), Wolfsburg, Hertha Berlin, Bayern Munchen, Borussia Dortmund, Borussia Moenchengladbach, Werder Bremen, Augsburg, dan RB Leipzig.

Persentase kemenangan tuan rumah yang sangat jauh dibandingkan sebelum laga digelar tanpa penonton memang belum mutlak. Kompetisi masih belum selesai. Tim elite seperti Dortmund, Leipzig, hingga Leverkusen masih memiliki 6 laga kandang lagi. Meskipun demikian, persentase ini setidaknya mengindikasikan, besarnya pengaruh penonton di belakang tuan rumah untuk "meneror" tim tamu.

Persentase ini senada dengan yang disampaikan oleh José del Olmo, peneliti Centro de Investigación, Historia y Estadística del Fútbol Español (CIHEFE), yang menyebutkan, "Data historis, hasil, dan pernyataan pemain juga pelatih telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa tim yang bermain di kandang memiliki keunggulan tersendiri sebagai konsekuensi beberapa faktor, di antaranya terutama dukungan fans sebagai stimulus mendasar."



Di Bundesliga sendiri hingga spieltag 27, hanya ada tujuh tim yang perolehan angka tandangnya lebih besar dibandingkan angka di kandang. Mereka adalah RB Leipzig (kandang 26 poin dan tandang 28 poin), Leverkusen (kandang 25 poin dan tandang 28 poin), Wolfsburg (kandang 18 angka dan tandang 21 poin).

Ada pula Hoffenheim (kandang 16 poin dan tandang 20 poin), Hertha Berlin (kandang 15 poin dan tandang 19 angka), Werder Bremen (kandang 5 angka dan tandang 16 poin), juga Paderborn (kandang 8 poin, tandang 10 poin).

Sebaliknya, ada tiga tim yang punya rekor kandang sangat mencolok dibandingkan tandang, yaitu Borussia Dortmund (33 poin kandang dan 24 poin tandang), Koln (21 poin kandang dan 13 poin tandang), juga Eintracht Frankfurt (21 poin kandang dan 7 poin tandang). Layak ditunggu apakah Koln dan Frankfurt keduanya tim papan tengah, bisa melanjutkan tren meraih angka masif di kandang atau tidak.

Persentase kemenangan tim kandang di Bundesliga yang sejauh ini hanya 16,7 persen ini juga bakal menjadi contoh untuk liga-liga elite Eropa lainnya, terutama Liga Spanyol yang bakal memulai kompetisi lagi sejak 11 Juni 2020 dengan Derbi Sevilla antara Real Betis kontra Sevilla.

Baca juga artikel terkait LIGA JERMAN atau tulisan menarik lainnya Fitra Firdaus
(tirto.id - Olahraga)

Penulis: Fitra Firdaus
Editor: Agung DH
DarkLight