Menuju konten utama

BPBD Bali Catat 64 Titik Bencana Dampak Hujan Deras

Sebanyak 127 personel gabungan dikerahkan untuk mencari kedua korban yang masih hilang.

BPBD Bali Catat 64 Titik Bencana Dampak Hujan Deras
Pencarian tim SAR gabungan di area Eco Park Pelaga Glamping Retreat, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Badung, Bali pada Senin (2/11/2026). (FOTO/Dok. Tim SAR Gabungan)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali mendata setidaknya ada 64 titik bencana dampak hujan deras yang mengguyur Provinsi Bali sejak Minggu (1/11/2026) sore hingga Senin (2/11/2026) pagi.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Provinsi Bali, I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya, menjelaskan 64 titik bencana itu didominasi tanah longsor dan pohon tumbang hingga meluas pada akses jalan, rumah warga, bangunan hingga fasilitas umum lainnya.

“Yang menjadi perhatian, tanah longsor yang terjadi di Eco Park Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Di mana ada 2 orang yang masih dilakukan pencarian," ujar I Gede Teja, Senin (2/11/2026).

BPBD Bali menerima laporan adanya dua orang yang hilang akibat tanah longsor yang terjadi pada Minggu (1/11/2026) pukul 23.00 WITA. Para korban diduga terbawa arus sungai yang deras di bawah penginapan tersebut.

Hingga kini, pencarian masih belum membuahkan hasil dan rencananya akan dilanjutkan pada Selasa (3/11/2026) pagi.

"Longsor yang berlangsung sekitar pukul 23.00 WITA, menimpa/merusak 4 tenda glamping. Satu di antaranya hanyut ke Tukad Yeh Kilap (nama sungai)," jelasnya.

Di area glamping seluas 4 hentare itu, terdapat 25 tenda. Pada saat kejadian tanah longsor, ada 23 tamu menginap. Sebanyak 21 orang berhasil selamat, namun 2 orang dilaporkan hilang.

Saat ini, baru satu korban yang terdata identitasnya, yakni Bangkit Mubarok yang berkewarganegaraan Indonesia. Satu lagi korban adalah warga negara asing (WNA) dan masih belum diketahui identitasnya.

Sebanyak 127 personel gabungan dikerahkan untuk mencari kedua korban. Tim berasal dari beberapa instansi, di antaranya BPBD Provinsi Bali dan Kabupaten Badung, Damkar Badung, Satpol PP, satuan kesehatan Polda Bali-Polres-Polsek, TNI, Dispar Badung, Basarnas Denpasar, perangkat desa, Sabhara, K9 Kecamatan Petang.

I Gede Teja menyebut pihaknya telah menutup pintu air bendungan di hulu untuk memudahkan pencarian di sepanjang aliran singai.

"Pada pukul 17.30 WITA, pencarian dihentikan sementara waktu dan dilanjutkan esok hari," terangnya.

Sebagai informasi, hujan dengan kategori lebat hingga ekstrem terjadi di Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Gianyar, Bangli, Karangasem, dan Kabupaten Klungkung.

"Sedangkan di Denpasar, Jembrana, dan Buleleng hujan sedang hingga lebat mengguyur tiga wilayah tersebut," terangnya.

Di Kabupaten Gianyar, dilaporkan ada 15 titik bencana berupa 4 pohon tumbang, 8 tanah longsor, 1 jalan jebol, serta 1 tembok dan bangunan roboh.

Di Kabupaten Badung ada 6 titik bencana, yaitu 1 jalan jebol, 1 tembok roboh, 1 pohon tumbang, serta 3 kejadian tanah longsor. Di Kabupaten Buleleng tercatat ada 5 titik bencana, masing-masing 1 senderan jebol, 1 tanah longsor, 1 jalan jebol, serta 2 bangunan roboh.

Di Kabupaten Bangli ada 11 titik bencana, di dominasi 6 kejadian tanah longsor, 4 pohon tumbang, dan 1 jalan jebol. Lalu, di Kabupaten Klungkung, ada 10 titik bencana, yakni 7 pohon tumbang, 1 kejadian tanah longsor, 1 jalan jebol, dan banjir.

Di Kabupaten Karangasem ada 12 titik bencana, yakni 6 pohon tumbang, 4 tanah longsor, dan masing-masing satu kejadian tembok jebol-pelinggih roboh. Sementara itu, dia Kabupaten Tabanantercatat ada 5 titik bencana, yakni 4 tanah longsor dan 1 pohon tumbang.

Baca juga artikel terkait BENCANA atau tulisan lainnya dari Ahmad Firizqi Irwan

tirto.id - Flash News
Kontributor: Ahmad Firizqi Irwan
Penulis: Ahmad Firizqi Irwan
Editor: Fadrik Aziz Firdausi