Menuju konten utama

BNI Siapkan Strategi Penuhi Target Penyaluran Kredit di 2017

BNI optimistis tingkat penyaluran kredit mencapai kenaikan 13-14 persen dibanding periode sebelumnya saat tutup tahun 2017.

BNI Siapkan Strategi Penuhi Target Penyaluran Kredit di 2017
(Ilustrasi) Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (kiri) memberikan penghargaan kategori Bank Pendukung UMKM Terbaik kepada Direktur Utama BRI Suprajarto (tengah) dan Wakil Direktur BNI Herry Sidharta (kanan) saat penganugerahan Penghargaan Bank Indonesia 2017, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (18/7/2017). ANTARA FOTO/Galih Pradipta.

tirto.id - PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI berencana terus melakukan ekspansi guna mengerek tingkat penyaluran kredit hingga akhir tahun. BNI telah memproyeksikan kenaikan kredit dapat mencapai 13-14 persen dibanding tahun lalu pada penghujung 2017. Sedangkan untuk pendapatan laba, BNI optimistis bisa memperoleh peningkatan sampai 30 persen secara year-on-year.

Adapun kenaikan kinerja tersebut bakal dikejar melalui keterlibatan dalam sektor industri yang memiliki risiko rendah dan terkontrol, dan juga proyek infrastruktur.

Hingga akhir kuartal III 2017, penyaluran kredit yang telah dilakukan BNI adalah sebesar Rp421,41 triliun. Adapun angka tersebut mengalami pertumbuhan mencapai 13,3 persen dari realisasi kredit di periode yang sama tahun lalu, yakni Rp372,02 triliun.

“Selanjutnya, kami mengoptimalkan jaringan dan gerai untuk mampu menggarap potensi pasar yang ada. Kami juga menggali potensi jejaring pasokan debitur korporasi untuk menangkap potensi debitur baru,” jelas Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta dalam jumpa pers di kantornya pada Kamis (12/10/2017).

Pada sektor perbankan bisnis, penyaluran kredit BNI tumbuh 13,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dari Rp289,47 triliun menjadi Rp329,75 triliun.

Sementara kredit yang disalurkan ke segmen korporasi besarannya mencapai 23,6 persen, untuk BUMN (Badan Usaha Milik Negara) sebesar 19,4 persen, kepada segmen menengah 16,1 persen, dan teruntuk segmen kecil 12,8 persen.

“Guna peningkatan penyaluran kredit ke segmen korporasi di antaranya seperti pertanian dan perkebunan. Sedangkan kami tidak ekspansi ke sektor yang memiliki risiko cukup tinggi, seperti pertambangan,” ungkap Herry.

Masih dalam kesempatan yang sama, BNI juga mengungkapkan komitmennya untuk terus mendukung pemerintah dalam menyalurkan kredit usaha rakyat (KUR).

“Penguatan kredit pada segmen kecil dilakukan dengan mengoptimalkan jaringan melalui penetapan gerai sebagai cabang sepenuhnya, di samping juga fokus pada pembiayaan KUR,” ucap Herry.

Lebih lanjut, pada kredit sektor konsumer sendiri BNI bakal berupaya mengoptimalkan pembayaran gaji nasabah dari debitur institusi, serta optimalisasi penjualan silang (cross selling). Beberapa di antaranya seperti mengalirkan Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), Kartu Kredit, dan Fleksi.

Pembiayaan yang dialokasikan untuk sektor bisnis konsumer adalah Rp68,53 triliun atau sebesar 16,3 persen dari total kredit. Secara year-on-year, perolehan tersebut meningkat 9,2 persen dari yang sebelumnya sebesar Rp62,73 triliun.

Baca juga artikel terkait KREDIT PERBANKAN atau tulisan lainnya dari Damianus Andreas

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Damianus Andreas
Penulis: Damianus Andreas
Editor: Addi M Idhom