Blok G Tanah Abang akan Dibongkar Diganti Menjadi Rusun

Oleh: Hendra Friana - 21 Desember 2017
Dibaca Normal 1 menit
Rencana pembangunan rusun yang dilengkapi superblok itu sudah ada sejak zaman pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
tirto.id - PD Pasar Jaya bakal mengubah bangunan Blok G Tanah Abang menjadi rumah susun (Rusun) dengan kapasitas 1.500 unit. Proyek tersebut merupakan salah satu konsep penataan jangka panjang kawasan Tanah Abang.

Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arif Nasrudin mengatakan, seharusnya bangunan tersebut sudah dirubuhkan sejak awal tahun 2017. Namun, pihaknya masih terkendala pencarian lahan pengganti untuk para pedagang Blok G yang masih berjualan.

“Harusnya ini 2017. Kesulitan kami nemu tanahnya. Padahal itu skala prioritas,” kata Arif usai konferensi pers penataan kawasan Tanah Abang, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis (21/12/2017).

Lantaran itulah, kata dia, pihaknya baru akan merobohkan dan membangun kembali Blok G di tahun 2018. "Kami rencananya akan demolish, bangun dengan bangunan baru. Kami sudah kaji untuk konstruksi dan bangunan Blok G harus dirubuhkan dan diganti yang baru,” kata dia.

Menurut Arif, rencana pembangunan rusun yang dilengkapi superblok itu sudah ada sejak zaman pemerintahan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Waktu itu, Ahok menginginkan rusun tersebut tersambung dengan jembatan ke Stasiun Kereta Api Tanah Abang.

"Tahun itu hambatannya cuma satu; kita enggak punya tempat penampungan sementara, tanahnya belum kita dapatkan. Kita sudah bersosialisasi dengan PT KAI tapi enggak memberikan kepastian karena tanahnya sudah di sewa,” kata dia.

Nantinya, rusun tersebut juga akan dibuat terintegrasi dengan Blok A, B, dan F melalui sky bridge. "Diusahakan terkoneksi blok to blok-nya kita."

Rencana lainya, kata Arif, Pasar Blok G juga akan menjadi tempat pemberhentian moda transportasi berbasis kereta, salah satunya kereta ringan (LRT) yang rencana pembangunannya akan diteruskan sampai Tanah Abang.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno mengatakan, nantinya LRT dari veleodrome tidak akan berhenti di Dukuh Atas melainkan di Blok G. “Karena kami telah berikan challenge dan mereka juga bisa jadi bagian Tanah Abang dan berintegrasi,” kata Sandiaga.

Sandi menjelaskan, konsep ini nantinya akan berjalan berbarengan dengan bangunan Rusun TOD milik PT KAI yang akan dibangun di Tanah Abang.

“PT KAI mereka punya kawasan yang sekarang sudah di-ground-breaking dan rencananya akan dilakukan embracement proyeknya di 2018,” kata mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia itu.

Baca juga artikel terkait PASAR TANAH ABANG atau tulisan menarik lainnya Hendra Friana
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Hendra Friana
Penulis: Hendra Friana
Editor: Abdul Aziz
DarkLight