Menuju konten utama

Bingungkan Publik, Iklan Mercedes 2017 E-Class Ditarik

Perusahaan menjelaskan jika sudah ada keterangan yang menyebutkan jika mobil tidak bisa mengemudi sendiri. Untuk alasan ini, Consumer Reports menyatakan iklan itu bisa menyesatkan calon pembeli dan berpikir bahwa mobil memiliki fitur yang sanggup swakemudi seutuhnya tanpa bantuan dari sopir.

Bingungkan Publik, Iklan Mercedes 2017 E-Class Ditarik
The New Mercedes 2017.foto/Nydailynews.com

tirto.id - Sebuah iklan yang menayangkan The New Mercedes 2017 E-Class mulai menarik perhatian masyarakat, pasalnya iklan tersebut menayangkan jika mobil ini hadir dengan fitur masa depan yang paling mutakhir, yaitu swakemudi.

Dalam iklan itu diperlihatkan bagaimana kecanggihan mobil premium asal Jerman ini mampu mengambil kendali kemudi bahkan ketika tangan pengemudinya tidak berada pada tempat kemudi.

Pada faktanya, sistem drive pilot E-Class mengharuskan pengemudi untuk mengendalikan roda kemudi setiap 30 detik. Hal ini membuat Consumer Reports yang berbasis di Amerika Serikat mendorong Federal Trade Commission (FTC) untuk mendatangi perusahaan advertising yang mengiklankan produk tersebut, lapor Reuters.

Juru Bicara Mercedes, Donna Boland, mengatakan kepada Automotive News, iklan untuk 2017 E-Class ditarik karena berpotensi menimbulkan kebingungan.

Mercedes Drive Pilot adalah bagian dari Mercedes Driver Assistance Package, yaitu berupa bantuan berupa swakemudi otomatis dalam sistem cruise control, dimana menurut Mercedes fitur tesebut mampu memberikan teknologi otonom tetapi tidak dapat membuat mobil swakemudi seutuhnya.

Dalam test drive di Lisbon, Portugal baru-baru ini, tercatat bahwa sistem AutoPilot Tesla memberi lebih banyak informasi. Tapi Mercedes mengklaim bahwa produknya selangkah lebih maju dibanding Tesla, yaitu tangan pengemudi bisa bebas tanpa harus mengendalikan mobil seutuhnya.

Mercedes akan memperingatkan pengemudi setelah 30 detik tidak ada kontak dengan pengemudi dan apabila peringatan berulang-ulang dan tidak ada respon, mobil akan mengurangi kecepatan secara perlahan sampai berjalan stabil di kecepatan rendah dan kemudian berhenti otomatis.

Serupa dengan Tesla, Mercedes juga memperingatkan calon pembeli mereka bahwa teknologi yang telah ditambahkan hanya untuk membantu pengemudi.

Baca juga artikel terkait MERCEDES atau tulisan lainnya dari Rima Suliastini

tirto.id - Otomotif
Reporter: Rima Suliastini
Penulis: Rima Suliastini
Editor: Rima Suliastini