Banjir Kebon Pala Tak Kunjung Surut, PSI Tagih Janji Gubernur Anies

Oleh: Riyan Setiawan - 3 November 2021
Dibaca Normal 1 menit
Anggota DPRD DKI dari PSI William menyoroti keseriusan Anies Baswedan memenuhi janjinya dalam penanganan banjir di Jakarta.
tirto.id - Aggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) William Sarana mengatakan selama tiga hari warga Kebon Pala, Kampung Melayu, Jakarta Timur menghadapi banjir yang tidak kunjung surut.

William lagi-lagi menyoroti keseriusan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memenuhi janjinya dalam penanganan banjir. “Banjir ini seharusnya dapat diantisipasi, karena sudah terjadi dari tahun ke tahun dengan penyebab sama,” kata William melalui keterangan tertulis, Rabu (3/11/2021).

Menurutnya, banjir yang terjadi di Kebon Pala atau daerah lainnya akibat belum selesainya program pembangunan sodetan serta terhentinya pengadaan tanah yang kemudian akan digunakan dalam program naturalisasi dan normalisasi Sungai Ciliwung.

“Kami terus menagih janji dan keseriusan Gubernur Anies untuk menjalankan program penanganan banjir dari pembangunan sodetan hingga naturalisasi, yang termaktub dalam Instruksi Gubernur No. 49 Tahun 2021 yang seharusnya dilakukan sejak Oktober 2021," ucapnya.

Seharusnya, kata dia, sejak Oktober sudah dilakukan program tersebut, namun ternyata sekarang pengadaan tanah dan pembangunan sodetan masih terhambat karena sengketa lahan sampai makelar tanah.

Bahkan, belum lagi Pemprov DKI Jakarta di akhir 2020 dapat komplain dari Kementerian PUPR karena baru membebaskan lahan 16 hektar dari 40,67 hektar. “Jadi, normalisasi belum bisa berjalan. Artinya, sudah satu tahun lebih Gubernur Anies terjegal masalah-masalah yang sama," tuturnya.

Oleh karena itu, anggota Komisi A DPRD DKI ini meminta Anies lebih serius menangani banjir, khususnya di sisa satu tahun terakhir jabatannya. Pasalnya, Anies sudah menjalani pekerjaan sebagai Gubernur DKI selama empat tahun dan pada 2022 nanti akan berakhir.

“Ini adalah musim hujan terakhir Anies, harusnya setelah 4 tahun menjabat, daerah rawan banjir seperti Kebon Pala ini dapat surut dengan lebih cepat. Kebon Pala banjir November 2017 lalu, masa banjir lagi sekarang. Jangan sampai masyarakat yang sudah menderita akibat pandemi terkena banjir yang seharusnya bisa diantisipasi.” ujarnya

Ia menambahkan “Kami meminta program-program penanganan banjir di hulu seperti normalisasi segera diselesaikan, dan program di hilir seperti sodetan diselesaikan pula.”


Baca juga artikel terkait BANJIR DKI JAKARTA atau tulisan menarik lainnya Riyan Setiawan
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Abdul Aziz
DarkLight