Menuju konten utama

Bakom Tampung Keluhan KADIN soal Dampak Bencana dan Karhutla

Bakom mendengar keluhan pengusaha KADIN terkait dampak bencana alam dan karhutla terhadap ekonomi serta kesehatan masyarakat.

Bakom Tampung Keluhan KADIN soal Dampak Bencana dan Karhutla
Calon penumpang berjalan di selasar Bandara Sultan Thaha yang diselimuti kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jambi, Rabu (30/9/2026). General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi Ardon Marbun menyebutkan dua penerbangan rute Jakarta-Jambi dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang dijadwalkan pukul 10.25 WIB dan 10.35 WIB mengalami penundaan keberangkatan akibat jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi menurun hingga sekitar 1.200 meter. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Sejumlah pengusaha yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia mengeluhkan kondisi sektor ekonomi, imbas rentetan bencana alam serba kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Komunikasi (Bakom), Syahganda setelah menghadiri acara organisasi tersebut di Gedung Trigata Lemhanas, Jakarta, Sabtu (10/10/2026). Menurutnya, pemerintah selalu berupaya mengatasi masalah bencana ini.

“Pak Presiden itu sungguh-sungguh ingin menghadapi bencana. Apapun bencana itu termasuk Karhutla,” ungkap Syahganda saat konferensi pers seusai acara tersebut.

Ia bersama Ketua Umum KADIN Indonesia, Anindya Novyan Bakrie pun sudah mendengarkan keluhan-keluhan yang terjadi dalam dunia usaha dalam acara itu. Mulai dari kepastian ekonomi ke depan imbas ada bencana, kebakaran hutan dan sebagainya.

“Itu muncul dalam satu diskusi tadi. Saya sebagai Kepala Bakom berusaha mendengar untuk menyampaikan kepada seluruh stakeholder di pemerintahan, KL KL dan lain-lain,” ujarnya.

Syahganda juga menjelaskan, meski Indonesia adalah negara Ring of Fire. Negara penuh bencana. Namun pemerintah yakin kondisi ini dapat memperkuat sistem negara terhadap sejumlah situasi pada masa mendatang.

“Tapi kita harus yakin bahwa ya dengan ini kita akan menjadi lebih kuat, resilience terhadap semua kemungkinan-kemungkinan. Dan kita alhamdulillah melihat bahwa dari segi growth, pertumbuhan ekonomi, pemerataan dan lain-lain, tidak ada berhenti,” jelasnya.

Ia mengaku sedih dengan kondisi karhutla saat ini. Terlebih kondisi tersebut juga memberi dampak terhadap masyarakat sekitar. Bahkan mengakibatkan masalah kesehatan bagi mereka.

“Memang kita sedih dengan kasus karhutla, karena saya sendiri lihat di Pontianak, kemudian di beberapa daerah lain, di Riau, rakyat kita lagi sesak napas, asma dan lain-lain. Kita mendoakan agar ini bisa segera turun hujan. Sebagai masyarakat beragama penting untuk mendoakan, kalau turun hujan mudah-mudahan akan kembali normal udaranya,” ucap Syahganda.

Baca juga artikel terkait KEBAKARAN HUTAN atau tulisan lainnya dari Muhammad Nizar

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Nizar
Penulis: Muhammad Nizar
Editor: Dipna Videlia Putsanra