Angin kencang, hujan lebat, gelombang tinggi dan badai salju yang turun sporadis menimbulkan kekacauan di seluruh Pantai Timur Amerika Serikat pada Jumat (2/3/2018).

Akibat kejadian ini, ribuan penerbangan dibatalkan, aliran listrik di sebagian Washington DC, dan membuat 22 juta warga yang tinggal di kawasan pantai mendapat peringatan banjir, seperti diberitakan BBC.

"Hadapi topan ini secara serius!" demikian peringatan National Weather Service di Boston melalui akun Twitter pada Jumat pagi (2/3/2018). "Ini adalah situasi HIDUP & MATI buat mereka yang tinggal di sepanjang pantai, terutama mereka yang berada di garis pantai...."

Air laut berada pada tingkat tertinggi bulan ini karena bulan purnama dan topan bisa membawa air setinggi tak kurang dari empat kaki (sekitar 1,22 meter) ke permukiman pesisir, menurut pembawa acara prakiraan cuaca CNN.

"Jangan main-main dengan badai, jika kalian diberitahu untuk mengungsi," kata Gubernur Massachusetts Charlie Baker kepada warga agar bersiap dan mengatakan ia telah mengerahkan Garda Nasional.

"Ini adalah salah satu badai paling ekstrem yang terjadi belakangan ini terkait dengan banjir di pantai dan angin kencang yang berpotensi menerjang sepanjang pantai dan hujan lebat menjadi faktor penting," kata para pejabat Lembaga Penanganan Keadaan Darurat Massachusetts, memperkirakan gelombang "akan sangat tinggi" dalam beberapa hari ke depan.

Di New Jersey, para pejabat juga memperkirakan hujan lebat akan membuat sebagian sungai dan anak sungai meluap, dan mempengaruhi saluran air.

Pada Jumat, sedikitnya 2.400 penerbangan telah dibatalkan di seluruh Amerika Serikat, termasuk di Bandar Udara John F. Kennedy, LaGuardia, Newark di New York, kata FlightAware.com. Banyak pelancong terjebak di bandara saat ini.

Di Washington DC, lebih 300 penerbangan ditunda atau dibatalkan di tiga bandar udara utamanya. Seorang pilot melaporkan bahwa pendaratan "yang penuh guncangan" di daerah Washington DC membuat penumpang dan awak mual, menurut US Aviation Weather Center di akun Twitter.

Kecepatan angin lebih dari 50 sampai 60 mil per jam telah dilaporkan di bandar udara di daerah Washington DC pada Jumat pagi. Kantor federal tidak buka pada Jumat, dan sekolah ditutup serta pengumpulan sampah ditiadakan. Pemerintah Washington DC juga mengaktifkan siaga hipotermia, dan mendesak tunawisma agar berlindung.

Setelah Kamis malam, lebih dari 100.000 pelanggan tak memperoleh pasokan listrik di wilayah Washington DC, menurut salah satu laporan Washington Post. Amtrak menyatakan listrik padam mempengaruhi layanan kereta di Northeast Corridor.

Pohon yang tumbang terlihat di Washington DC dan daerah sekitarnya pada Jumat pagi, sementara angin kencang diperkirakan terus berhembus hampir sepanjang hari, sehingga Jumat diduga menjadi hari paling berangin di Ibu Kota AS tersebut sejak Badai Sandy menerjang pada Oktober 2012.

Kota besar utama di Northeast, seperti Philadelphia dan New York, mungkin menghadapi cuaca campuran salju, hujan dan hujan bercampur salju, meskipun salju diperkirakan tidak menumpuk, menurut meteorolog.

Gubernur New York Andrew Cuomo mendesak warga agar memperhatikan prakiraan cuaca.

US National Weather Service menyatakan angin kuat kemungkinan masih bertahan sepanjang Jumat hingga Sabtu, dan salju yang turun akan makin besar, berpotensi menumbangkan pohon dan tiang listrik, memicu pemadaman listrik.

"Maret datang seperti seekor singa, dan kita mesti bersiap untuk menghadapi salju, hujan lebat dan banjir di seluruh New York akhir pekan ini," demikian peringatan lembaga itu sebagaimana dilansir Antara dari Xinhua.