Pendidikan Agama Islam

Ayat Al Quran Tentang Kejujuran: Sikap Siddiq di Al Ahzab-At Taubah

Kontributor: Abdul Hadi, tirto.id - 23 Sep 2022 09:30 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Dalil mengenai sikap jujur dalam Islam tertera pada ayat Al Quran QS. Al-Ahzab. QS. At-Taubah, hingga Al-Ankabut
tirto.id - Ayat Al Quran tentang kejujuran meliputi beberapa surat yang menunjukkan bersikap jujur adalah akhlak mulia yang harus dilakukan setiap muslim. Buah manis dari kejujuran ini akan dituai pelakunya di dunia dan akhirat. Orang yang selalu jujur akan memperoleh kepercayaan dari lingkungan sekitarnya di dunia. Selanjutnya, Islam juga menjamin orang jujur dengan balasan surga di akhirat kelak.

Dari sisi kesehatan, semakin sedikit seseorang berbohong dan berupaya untuk jujur, ia akan merasa lapang, bahagia, dan sehat secara fisik, sebagaimana dilansir American Psychological Association (APA).

Tidak dimungkiri, kejujuran adalah budi pekerti luhur yang berdampak baik pada diri sendiri dan orang lain. Pengaruh positif itu merentang dari sisi kesehatan mental dan fisik, interaksi sosial, bahkan hubungan spiritual dengan Tuhan.

Kebaikan dari kejujuran inilah yang berguna mengantarkan pelakunya kepada kebahagiaan hidup, terutama kebahagiaan tertinggi, yaitu memperoleh surga. Hal ini tergambar dalam sabda Nabi Muhammad SAW:

“Sesungguhnya jujur itu membawa kebaikan dan kebaikan itu membawa ke surga,” (H.R. Bukhari).

Secara definitif, jujur adalah suatu sikap untuk menyatakan yang benar, serta tidak mengucapkan hal-hal yang menyalahi fakta. Makna jujur lebih luas lagi adalah tidak curang, melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku.



Salah satu sifat wajib dari seorang rasul adalah "siddiq" atau sidik. Siddiq artinya selalu berkata jujur dan benar, selain dari sifat terpuji lainnya, yaitu amanah, tablig, dan fatanah.

Jujur adalah suatu sikap untuk menyatakan yang sebenar-benarnya, serta tidak mengucapkan hal-hal yang menyalahi fakta. Makna jujur lebih luas lagi adalah tidak curang, melakukan sesuatu sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dilansir laman Kemenag, jujur juga bisa didefinisikan sebagai kesesuaian antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang. Artinya, intensi merupakan komponen utama dari kejujuran.

Seorang muslim bisa saja salah menyampaikan kenyataan karena ia kurang paham dengan situasi sebenarnya, namun karena ia berniat tulus dan tidak bermaksud membohongi orang lain, maka sikap itu bisa dikategorikan jujur, meskipun yang ia nyatakan bertentangan dengan fakta.

"Jaminlah kepadaku enam perkara dari diri kalian, niscaya aku menjamin kepada kalian balasan surga: [1] jujurlah ketika berbicara, [2] penuhilah janji, [3] tunaikan jika dipercaya, [4] jagalah kemaluan kalian, [5] tundukkan pandangan kalian, dan [6] tahanlah tangan kalian," (H.R. Ahmad).

Hikmah selalu bersikap jujur ini tertera dalam Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (2013) yang ditulis oleh Mustahdi dan Sumiyati sebagai berikut.

  • Seorang muslim yang jujur akan meraih kepercayaan dari sekitar, dari orang tua, guru, atasan, rekan kerja, dan sebagainya.
  • Orang yang jujur akan banyak mendapatkan teman, di mana pun dia berada.
  • Terwujudnya ketenteraman dalam kehidupan sehari-hari karena masyarakat saling percaya dan tidak curiga satu sama lain.

Ayat Al Quran tentang Kejujuran


Dalil mengenai wajibnya jujur dalam Islam tertera pada banyak ayat Al-Quran, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. QS. Al-Ahzab Ayat 70

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا

Bacaan latinnya: "Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa qụlụ qaulan sadīdā"

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar," (QS. Al-Ahzab [46]: 70)

2. QS. At-Taubah Ayat 119

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

Bacaan latinnya: "Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha wa kụnụ ma'aṣ-ṣādiqīn"

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar," (QS. At-Taubah [9]: 119)

3. QS. Al-Maidah Ayat 8

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ ۖ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَىٰ أَلَّا تَعْدِلُوا ۚ اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Bacaan latinnya: "Yā ayyuhallażīna āmanụ kụnụ qawwāmīna lillāhi syuhadā`a bil-qisṭi wa lā yajrimannakum syana`ānu qaumin 'alā allā ta'dilụ, i'dilụ, huwa aqrabu lit-taqwā wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'maluun"

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (bersaksi atau jujur tentang kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Maidah [5]: 8)

4. QS. Al-Ankabut Ayat 3

وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ

Bacaan latinnya: "Wa laqad fatannallażīna ming qablihim fa laya'lamannallāhullażīna ṣadaqụ walaya'lamannal-kāżibīn"

Artinya: "Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta," (QS. Al-Ankabut [29]: 3).


Baca juga artikel terkait AGAMA ISLAM atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Pendidikan)

Kontributor: Abdul Hadi
Penulis: Abdul Hadi
Editor: Yulaika Ramadhani

DarkLight