Awet Muda dengan Sperma

Oleh: Aditya Widya Putri - 28 Desember 2016
Dibaca Normal 2 menit
Cairan sperma sudah banyak digunakan sebagai masker dan dikonsumsi demi kecantikan kulit. Spermidin, zat pada sperma, juga disebut-sebut membikin orang awet muda.
tirto.id - Gita adalah seorang perempuan yang baru saja berumur 30 dan sedang rajin-rajinnya mencari beragam informasi tentang produk-produk kecantikan. Beragam akun Youtube para beauty vlogger ditontonnya, terutama mereka yang memberi tips memoles wajah untuk tampak imut dan awet muda.

Minggu itu, seperti biasanya, Gita memanfaatkan waktu libur untuk kembali berselancar mengikuti update para beauty vlogger idolanya. Hingga layar laptopnya memutar video seorang wanita yang menuangkan cairan berwarna putih ke sendok dan meminumnya layaknya sedang menyuap makanan.

Di lain video, wanita tersebut mengambil cairan putih yang sama dari kulkas dan mencampurkannya ke dalam jus buah yang ia minum. Setelah menghabiskan sarapan paginya itu, si wanita kembali menghadap kamera dan memberikan testimonial:

“Dulu aku sering merasa lemas, tapi sekarang energiku kembali pulih, begitu juga dengan suasana hatiku.”

Belakangan, Gita tahu, cairan putih yang diminum si wanita yang bernama Tracy Kiss adalah cairan sperma. Tracy, seorang model asal Wendover, Inggris ini mengakui kebiasaan mengonsumsi cairan sperma yang dicampur dengan bahan lain sudah dilakukannya selama sebulan lebih. Selain untuk dikonsumsi, Tracy juga menggunakan cairan itu sebagai masker bagi wajahnya.

Selain menambah energi, ia percaya mengonsumsi dan memakai masker itu membuat kulitnya lebih halus, bercahaya, dan awet muda. Berdasarkan informasi dari dokter pribadinya, ia mengetahui bahwa sperma mengandung banyak vitamin serta kandungan B12. Selama ini, wanita berumur 29 tahun ini mendapatkan stok cairan sperma dari salah seorang teman vegetariannya yang hidup sehat tanpa merokok dan meminum alkohol.

Awalnya si teman sempat curiga saat Tracy meminta spermanya, takut disalahgunakan. Tapi ketika Tracy menjelaskan bahwa ia akan menggunakannya untuk perawatan kecantikan, maka temannya pun menyetujui dan kini rutin mengirimkan sperma pada Tracy yang dikemasnya dalam plastik kecil. Selain mendapat suplai sperma dari teman laki-lakinya itu, Tracy juga menerima sperma dari para pendonor, dengan catatan pendonornya adalah orang dengan gaya hidup sehat.

Cara mengaplikasikan masker cairan sperma yang dicontohkan Tracy juga tak sulit. Sperma murni hanya perlu digosokkan dengan gerakan melingkar di wajah. Kemudian dibiarkan mengering selama lima hingga 20 menit, dan bilas, setelahnya kulit wajah akan langsung terasa halus.

Sementara Gita tertegun, sedikit bergidik membayangkan tips yang baru saja ditontonnya serta menimbang-nimbang apakah akan melakukan hal yang sama, kalimat penutup dalam video Tracy kembali terdengar.

“Orang-orang merasa aneh dengan sperma padahal ada banyak manfaat dalam satu sendok-tehnya.”

Banyak Digunakan Untuk Masker

Penggunaan cairan sperma dalam perawatan kecantikan sebenarnya sudah lama. Awalnya, perawatan ini dilakukan dengan menjadikan sperma sebagai masker atau yang lebih dikenal sebagai “facial sperma”. Beberapa spa di New York juga telah memasukkannya sebagai daftar treatment yang bisa dipesan oleh para pasien.

Contohnya yang dilakukan klinik kecantikan Norwegia, Bioforskning. Seperti dilaporkan New York Magazine, klinik ini mengaku kebanjiran pesanan dari para sosialita yang ingin mencoba manfaat dari facial sperma.

Untuk sekali facial, Bioforskning mematok harga sebesar $250 atau setara dengan Rp3 juta. Tapi, jangan bayangkan klinik ini melakukan cara yang sama seperti Tracy dengan langsung mengaplikasikan sperma ke wajahnya. Bioforskning hanya mengoleskan krim yang mengandung sperma ke wajah para pasiennya dengan ultrasound dan sinar inframerah.

Waktu pemakaian juga relatif singkat. Jika masker biasa diutuhkan waktu 20 hingga 30 menit, masker sperma hanya memerlukan waktu 10 menit untuk hasil yang sempurna.

Selain membikin awet muda, masker sperma juga diklaim bisa memberbaiki permasalahan kulit wajah seperti jerawat, keriput dan flek hitam. Menurut ahli dermatologi Oscar Hevia, kandungan sperma yang terdiri dari enzim proteolitik didesain menghancurkan protein. Jika diaplikasikan dalam perawatan kecantikan yang tak lazim ini, enzim tersebut dapat memecah lapisan kulit mati akibat sinar matahari sehingga menghasilkan kulit yang lebih lembut.

Infografik Awet Muda Dengan Sperma


Spermidin Membikin Panjang Umur

Mungkin ada orang yang merasa jijik dan ingin muntah begitu mengetahui adanya perawatan kecantikan menggunakan cairan sperma yang diaplikasikan di wajah atau bahkan diminum secara langsung. Kelompok orang-orang ini juga mungkin menyangsikan segala manfaat yang dipaparkan para penggila perawatan sperma, dengan alasan perawatan itu terdengar “tidak logis”.

Tirto.id memang belum menemukan sumber ilmiah yang menghubungkan spermidin pada kulit secara topikal seperti pada masker-masker itu. Tapi, ada hasil studi dalam jurnal Nature Medicine yang menghubungkan antara konsumsi spermidin dengan proses penuaan. Menurut studi tersebut, tikus-tikus yang diasupi spermidin dalam air minumnya lebih panjang umur.

“Tikus itu tak hanya lebih panjang umur saat kami memasukkan spermidin ke air minum, tapi tikus-tikus itu juga fungsi jantungnya lebih sehat,” kata Dr. Frank Mateo, salah satu peneliti dari Medical University of Graz in Austria itu, kepada Medical Daily.

Memang, Mateo belum mengujicobakannya pada manusia. Tapi menurutnya, jumlah spermidin pada serum darah manusia menurun, kecuali pada mereka yang mencapai usia 100. Hal itu bisa menjadi indikator bahwa suplemen spermidin punya peran dalam (mencegah) proses penuaan.

Pada 2014, peneliti lain bernama Minois pada jurnal Gerontology membuat ulasan pendek tentang spermidin. Menurutnya, tak mengejutkan jika senyawa poliamina seperti spermidin dihubungkan dengan proses penuaan, sebab poliamina bisa berinteraksi dengan banyak molekul.

Autofagi diidentifikasi sebagai mekanisme utama yang berefek pada penuaan. Ia memungkinkan penguraian dan pendauran molekul-molekul yang tak diperlukan atau rusak. Autofagi yang tak sempurna berhubungan dengan penyakit-penyakit terkait usia, misalnya penyakit Parkinson's.

Bagi Anda yang merasa jijik dan ogah melakukan perawatan ini tak perlu khawatir. Spermidin tak hanya ada dalam cairan sperma saja. Ia dapat ditemukan dalam keju, jamur, gandum utuh, kacang polong, jagung, kacang kedelai, dan biji-bijian.

Baca juga artikel terkait KECANTIKAN atau tulisan menarik lainnya Aditya Widya Putri
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Aditya Widya Putri
Penulis: Aditya Widya Putri
Editor: Maulida Sri Handayani