Petrik Matanasi

Indeks Tulisan

Humaniora
Selasa, 8 Okt 2019

Guntur: Anak Sulung Sukarno yang Suka Elvis dan Tak Mau Dikawal

Kisah Guntur Soekarnoputra, anak sulung presiden pertama yang ikut ibunya saat Fatmawati meninggalkan Istana.
Umum
Minggu, 6 Okt 2019

Moerdiono: Berperan Bubarkan PKI, lalu Jadi Jubir Soeharto

Moerdiono adalah salah satu pembantu Soeharto paling setia. Pada 10 tahun terakhir masa kekuasaan Soeharto, Moerdiono berperan sebagai juru bicaranya.
Humaniora
Sabtu, 5 Okt 2019

Tidak Semua Anggota Cakrabirawa Terlibat G30S

Dari 3000 anggota Resimen Cakrabirawa, yang terlibat G30S hanya 60-an orang atau sekitar 2 persen.
Pendidikan
Jumat, 4 Okt 2019

Sejarah STM dan Para Lulusannya yang Kesohor

Perancang Masjid Istiqlal, Menteri Dalam Negeri, dan Menteri Pertahanan: semuanya lulusan STM.
Humaniora
Jumat, 4 Okt 2019

Lasut Bersaudara: Tewas Ditembak dan Mengusut Kasus Dana Cengkih

Arie Frederik Lasut tewas ditembak di masa Revolusi, sementara adiknya diberhentikan sebagai Gubernur Sulawesi Utara gara-gara mengusut dugaan penyimpangan dana cengkih.
Humaniora
Jumat, 4 Okt 2019

Kematian Para Prajurit Cakrabirawa Setelah Subuh Maut 1 Oktober 65

Parade kematian para prajurit Resimen Cakrabirawa yang memimpin penculikan dan menembak para perwira Angkatan Darat dalam G30S.
Humaniora
Rabu, 2 Okt 2019

Nasib Apes Para Serdadu Rendahan yang Terlibat G30S

Kisah para serdadu berpangkat rendah yang menculik dan membunuh petinggi Angkatan Darat pada Subuh 1 Oktober 1965.
Humaniora
Selasa, 1 Okt 2019

Persahabatan Tiga Prajurit Cakrabirawa yang Berujung Celaka

Mereka berjuang bersama sejak zaman revolusi, baku bantu menumpas pelbagai pemberontakan, namun akhirnya tumbang karena terlibat Gerakan 30 September.
Humaniora
Senin, 30 Sept 2019

Ahmad Jadau: Komandan TLRI dalam Pusaran Peristiwa Madiun 1948

Kisah Ahmad Jadau, mantan komandan TLRI Divisi Panembahan Senopati yang terlibat Peristiwa Madiun 1948.
Politik
Minggu, 29 Sept 2019

Drama G30S 1965: di Mana Mereka di Malam Jahanam Itu?

Malam 30 September 1965, Soeharto tidur di rumahnya, begitu juga para jenderal yang diculik. Sementara Sukarno di rumah istri mudanya.