Jay Akbar

Indeks Tulisan

Politik
Selasa, 21 Mei 2019

KPU Umumkan Kemenangan Jokowi, TKN: Saatnya Merajut Kebersamaan

TKN meminta seluruh masyarakat mendukung pemerintahan Jokowi-Ma'ruf yang akan berfokus pada pembangunan sumber daya manusia.
Politik
Senin, 20 Mei 2019

Pendukung Prabowo Akan Aksi 22 Mei, TKN: Lebih Baik Ibadah di Rumah

Aksi 22 Mei yang akan dilakukan pendukung Prabowo dinilai akan lebih banyak mudarat daripada manfaat.
Politik
Senin, 20 Mei 2019

Cak Imin Minta 10 Menteri, Pengamat: Akan Menyulitkan Presiden

Permintaan Muhaimin agar Jokowi memberinya 10 kursi menteri dinilai akan menimbulkan persoalan di internal koalisi yang menyulitkan presiden.
Politik
Sabtu, 20 Apr 2019

Lupakan 01 dan 02: Enggak Usah Ribut Siapa Juara, Jaga Saja Suara

“Lupakan ‘01’ dan ‘02’, kini saatnya ke ‘00’. Artinya, kembali bersih kosong-kosong,” ujar ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Saifullah Yusuf
Politik
Jumat, 19 Apr 2019

KPU Akui Keliru Input Data: Quick Count Boleh Dipercaya Boleh Tidak

Seperti halnya hasil hitung cepat internal tim pemenangan, hasil hitung cepat versi lembaga survei juga boleh dipercaya dan boleh tidak.
Politik
Senin, 8 Apr 2019

Saraswati Minta Gerindra DKI Kawal Penghentian Swastanisasi Air

Gerindra optimistis Anies bisa menghentikan swastanisasi air bersih di Jakarta.
Politik
Senin, 1 Apr 2019

Saraswati Gerindra Dukung Keputusan Tarif MRT Pemprov DKI Jakarta

Membayar tarif dinilai sebagai cermin kontribusi masyarakat untuk ikut menjaga MRT.
Hukum
Rabu, 27 Mar 2019

Putra Walikota Surabaya Diperiksa Polda Jatim Terkait Jalan Ambles

Fuad Benardi, putra Walikota Tri Rismaharini mengakui ia diperiksa Polda Jatim terkait amblesnya Jalan Raya Gubeng.
Hukum
Kamis, 14 Mar 2019

Wapres JK: Siti Aisyah Bebas Karena Tidak Cukup Bukti

"Kita menghormati keputusan pengadilan yang menyatakan tidak cukup bukti. Dia (Aisyah) bebas karena tidak cukup bukti," kata JK di Kantor Wakil Presiden Jakarta.
Sosial Budaya
Selasa, 12 Mar 2019

RUU PKS: Tengku Zulkarnain Cabut Tuduhan ke Pemerintah

Tengku Zulkarnain sempat menuding pemerintah hendak melegalkan penggunaan alat kontrasepsi bagi remaja dan pemuda yang ingin melakukan hubungan seks sebelum nikah. Ia mengaku keliru dan mencabut ucapannya.